Reiki Usui

November 30, 2010 — Mas Eddy Sugianto

Sekilas tentang REIKI USUI (Reiki Jepang)

Reiki, sebuah kata dalam bahasa Jepang berarti kekuatan universal, atau energi Ilahi, dan merupakan sistem penyembuhan yang dianggap kebanyakan orang berasal dari Tibet . Praktik ini dipercaya telah diturunkan dari pengajaran Veda kuno, kumpulan tulisan yang diberikan pada Rishi besar (orang bijak) beberapa ribu tahun yang lalu. Teks tertua yang masih tersimpan berumur lebih dari 5.000 tahun. Reiki bukanlah agama. Walaupun praktik penyembuhan ini dikenal di semua kebudayaan di seluruh dunia, sistem ini memiliki dimensi spiritual. Reiki adalah konsep penyatuan karena sekarang ini telah diterima secara global. Reiki mengajarkan penyatuan dan harmoni. Reiki adalah harmoni dengan alam dan dapat digunakan untuk menyembuhkan pepohonan, manusia, dan binatang, dan bahkan dapat digunakan untuk membantu memurnikan dan mengharmonisasikan air dan udara. Reiki ditemukan di awal abad ke dua puluh oleh seorang Jepang bernama Mikao Usui. Di kemudian hari, dia mengembangkannya menjadi suatu sistem penyembuhan yang dia berikan pada orang lain melalui attunement (dalam bahasa Jepang disebut reiju, yang artinya “menerima energi/spirit”). Pada saat ini, sistem ini dipraktikkan oleh berjuta-juta orang di seluruh dunia.

REIKI N-AQS

Reiki N-AQS adalah varian baru dari Aliran reiki yang ada, dan tidak terkait dengan reiki dari tibet maupun Jepang. Konsep aslinya berasal dari khasanah ilmu Metafisika yang dikembangkan oleh kalangan Spiritualis Islam (TASAWUF dan THAREKAT). Yang tujuan aslinya adalah untuk mengolah spiritualitas manusia agar memperoleh Ridlo Tuhan serta mencapai derajat yang luhur baik di mata manusia maupun di mata Tuhan.

Reiki N-AQS menawarkan konsep energi metafisika dan olah spiritual versi Islam tanpa harus berkolaborasi dg JIN dan Khodam. Serta jauh dari tahayul, klenik, dan mistik. Serta bisa digunakan oleh siapa saja tanpa memandang suku, agama, dan ras.

Manfa’at Reiki N-AQS

1. Membuat Tubuh Menjadi Lebih Sehat Dan Bersih 
Untuk membersihkan tubuh agar tetap sehat dan lebih bersih, praktisi dapat menggunakan energi N-AQS. Jadi, N-AQS bisa menjadi “sabun pembersih” sekaligus sumber daya tahan tubuh. Seseorang seringkali tidak merasakan dan tidak menyadari hadirnya gejala penyakit dalam tubuhnya hingga kondisinya bertambah parah bahkan terlambat ditangani. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada menyembuhkan/mengobati.

2. Menyembuhkan Penyakit 
Energi N-AQS sangat baik digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Di zaman sekarang ini, di mana biaya hidup makin mahal dan harga pengobatan medis sulit terjangkau, bila seseorang memiliki kemampuan N-AQS, beban hidupnya bisa menjadi lebih ringan. Biaya pengobatan dapat diminimalkan, jika tubuh bisa lebih cepat sembuh dari penyakit. Bahkan pada banyak kasus, penyembuhan penyakit menggunakan obat-obatan memiliki banyak efek samping yang membahayakan. Nah, dengan energi N-AQS, efek tersebut dapat diminimalisasi bahkan dinetralisasi. Dalam hal ini, penyembuhan dengan metode N-AQS dapat digabungkan dengan metode medis untuk dapat saling melengkapi.

3. Melatih Lathaif Qalbu 
Lathaif Qalbu merupakan Titik energi spiritualitas yang merupakan sentral dari spiritualitas seorang manusia. Energi Lathaif Qalbu yang telah terkultivasi oleh N-AQS akan memancarkan energi Kultivasi yang sangat baik untuk proses pembersihan dan pemurnian diri. Efek dari melatih Lathaif Qalbu selain pembersihan adalah munculnya kemampuan-kemampuan psikis yang sebenarnya telah ada pada diri setiap orang. Tujuan akhir dari melatih Lathaif Qalbu adalah mencapai pemurnian diri dan kesempurnaan diri sebagai manusia yang sempurna lahir bathin. Menjadi manusia luhur yang berderajat Insan Kamil.

Lathaif Qalbu berada di titik kepala jantung (Dua jari di sisi bawah agak kekiri dari puting susu). Setelah Lathaif Qalbu diaktifkan, energi Lathaif Qalbu mulai melakukan pembersihan setiap saat. Untuk membangkitkan Lathaif Qalbu dengan teknik konvensional, dibutuhkan waktu cukup lama serta latihan yang sangat berat dan rumit agar Lathaif Qalbu dapat aktif. Akan tetapi, dengan menggunakan teknik N-AQS, melatih Lathaif Qalbu menjadi sangat mudah dan hasil yang diperoleh sangat luar biasa dalam waktu yang cepat.

Baca selengkapnya »

 

Ditulis dalam A NAQS MethodeIndera Ke_EnamReiki N-AQS1 Komentar »

>REIKI NAQS (The Beginning)

November 30, 2010 — Mas Eddy Sugianto

>Sekilas tentang REIKI USUI (Reiki Jepang)

Reiki, sebuah kata dalam bahasa Jepang berarti kekuatan universal, atau energi Ilahi, dan merupakan sistem penyembuhan yang dianggap kebanyakan orang berasal dari Tibet . Praktik ini dipercaya telah diturunkan dari pengajaran Veda kuno, kumpulan tulisan yang diberikan pada Rishi besar (orang bijak) beberapa ribu tahun yang lalu. Teks tertua yang masih tersimpan berumur lebih dari 5.000 tahun. Reiki bukanlah agama. Walaupun praktik penyembuhan ini dikenal di semua kebudayaan di seluruh dunia, sistem ini memiliki dimensi spiritual. Reiki adalah konsep penyatuan karena sekarang ini telah diterima secara global. Reiki mengajarkan penyatuan dan harmoni. Reiki adalah harmoni dengan alam dan dapat digunakan untuk menyembuhkan pepohonan, manusia, dan binatang, dan bahkan dapat digunakan untuk membantu memurnikan dan mengharmonisasikan air dan udara. Reiki ditemukan di awal abad ke dua puluh oleh seorang Jepang bernama Mikao Usui. Di kemudian hari, dia mengembangkannya menjadi suatu sistem penyembuhan yang dia berikan pada orang lain melalui attunement (dalam bahasa Jepang disebut reiju, yang artinya “menerima energi/spirit”). Pada saat ini, sistem ini dipraktikkan oleh berjuta-juta orang di seluruh dunia.

REIKI N-AQS

Reiki N-AQS adalah varian baru dari Aliran reiki yang ada, dan tidak terkait dengan reiki dari tibet maupun Jepang. Konsep aslinya berasal dari khasanah ilmu Metafisika yang dikembangkan oleh kalangan Spiritualis Islam (TASAWUF dan THAREKAT). Yang tujuan aslinya adalah untuk mengolah spiritualitas manusia agar memperoleh Ridlo Tuhan serta mencapai derajat yang luhur baik di mata manusia maupun di mata Tuhan.

Reiki N-AQS menawarkan konsep energi metafisika dan olah spiritual versi Islam tanpa harus berkolaborasi dg JIN dan Khodam. Serta jauh dari tahayul, klenik, dan mistik. Serta bisa digunakan oleh siapa saja tanpa memandang suku, agama, dan ras.

Manfa’at Reiki N-AQS

1. Membuat Tubuh Menjadi Lebih Sehat Dan Bersih 
Untuk membersihkan tubuh agar tetap sehat dan lebih bersih, praktisi dapat menggunakan energi N-AQS. Jadi, N-AQS bisa menjadi “sabun pembersih” sekaligus sumber daya tahan tubuh. Seseorang seringkali tidak merasakan dan tidak menyadari hadirnya gejala penyakit dalam tubuhnya hingga kondisinya bertambah parah bahkan terlambat ditangani. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada menyembuhkan/mengobati.

2. Menyembuhkan Penyakit 
Energi N-AQS sangat baik digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Di zaman sekarang ini, di mana biaya hidup makin mahal dan harga pengobatan medis sulit terjangkau, bila seseorang memiliki kemampuan N-AQS, beban hidupnya bisa menjadi lebih ringan. Biaya pengobatan dapat diminimalkan, jika tubuh bisa lebih cepat sembuh dari penyakit. Bahkan pada banyak kasus, penyembuhan penyakit menggunakan obat-obatan memiliki banyak efek samping yang membahayakan. Nah, dengan energi N-AQS, efek tersebut dapat diminimalisasi bahkan dinetralisasi. Dalam hal ini, penyembuhan dengan metode N-AQS dapat digabungkan dengan metode medis untuk dapat saling melengkapi.

3. Melatih Lathaif Qalbu 
Lathaif Qalbu merupakan Titik energi spiritualitas yang merupakan sentral dari spiritualitas seorang manusia. Energi Lathaif Qalbu yang telah terkultivasi oleh N-AQS akan memancarkan energi Kultivasi yang sangat baik untuk proses pembersihan dan pemurnian diri. Efek dari melatih Lathaif Qalbu selain pembersihan adalah munculnya kemampuan-kemampuan psikis yang sebenarnya telah ada pada diri setiap orang. Tujuan akhir dari melatih Lathaif Qalbu adalah mencapai pemurnian diri dan kesempurnaan diri sebagai manusia yang sempurna lahir bathin. Menjadi manusia luhur yang berderajat Insan Kamil.

Lathaif Qalbu berada di titik kepala jantung (Dua jari di sisi bawah agak kekiri dari puting susu). Setelah Lathaif Qalbu diaktifkan, energi Lathaif Qalbu mulai melakukan pembersihan setiap saat. Untuk membangkitkan Lathaif Qalbu dengan teknik konvensional, dibutuhkan waktu cukup lama serta latihan yang sangat berat dan rumit agar Lathaif Qalbu dapat aktif. Akan tetapi, dengan menggunakan teknik N-AQS, melatih Lathaif Qalbu menjadi sangat mudah dan hasil yang diperoleh sangat luar biasa dalam waktu yang cepat.

Nur Atomic Quark System (N-AQS)

Nur Atomic Quark System (N-AQS) adalah salah satu teknik untuk mengakses energi Kultivasi Ilahiah (Nur ‘Ala Nuurin) yang memiliki energi yang sangat halus dan densitas (kepadatan) energi yang sangat tinggi hingga mencapai level quark atom. Quark Atomic merupakan partikel elementer paling dasar yang menyusun alam semesta ini.

Nur Atomic Quark System (N-AQS) meliputi semua bidang energi di alam semesta yang berada pada level Quark Atomic. Jika bola energi yang dapat diakses oleh metode Nur Atomic Quark System (N-AQS) dihitung, maka akan mencapai lebih dari 1 x 10 pangkat 25 bola energi.

Nur Atomic Quark System (N-AQS) tidak berhubungan dengan Agama atau praktek ibadah tertentu, tapi murni teknik penyembuhan alami dari energi alam semesta. Mempelajari N-AQS bahkan dapat dikatakan sebagai berkah karena mampu meningkatkan spiritualitas Praktisi dan jauh dari unsur tahayyul dan mistik.

Kesehatan Terletak di Kedua Telapak Tangan Anda ! Sejak dulu, banyak orang menyakini bahwa sentuhan tangan dapat menyembuhkan. Hal ini dapat dibuktikan misalnya saat bayi sedang gelisah, tidak dapat tidur, tindakan ibu untuk membuat bayi menjadi tenang biasanya dengan mengusap kepala bayi secara lembut sehingga membuat bayi menjadi tenang, dan tertidur. Begitupun saat orang masuk angin, kedua tangan digosokan hingga terasa hangat, lalu ditempelkan ke perut yang masuk angin, dan dalam beberapa saat, perut terasa lebih nyaman dan membaik. Sebenarnya yang dilakukan tadi adalah cara untuk menyalurkan energi alam semesta yang ada dalam diri ke bagian tubuh yang sakit tanpa kita sadari. Namun karena energi yang ada dalam tubuh jumlahnya terbatas, bila digunakan untuk menyembuhkan diri sendiri/orang lain maka energi akan terkuras dan mengakibatkan kelelahan bagi kita.

Untuk itulah dengan dibukanya kemampuan N-AQS, maka seseorang akan dapat mengakses energi alam semesta dengan lebih mudah dalam jumlah yang banyak sehingga sangat efisien untuk digunakan dalam hal penyembuhan dan untuk tujuan lainnya. Jadi reiki merupakan tehnik yang sangat alamiah yang dapat dimiliki semua orang tanpa harus menguras tenaga. Inilah yang membedakan N-AQS dengan Tenaga Dalam. Kalau tenaga dalam semakin sering digunakan maka energi semakin terkuras, tapi dengan N-AQS, semakin sering digunakan, tubuh justru semakin sehat dan bugar karena terjadi sirkulasi energi positif yang masuk dan keluar melalui Cakra-cakra yang ada dalam tubuh kita.

Kemampuan Reiki didapat melalui proses yang dinamakan inisiasi/attunement yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Master Reiki. Dalam inisiasi, seorang Master Reiki membuka pintu keluar masuknya energi dan jalur energi pada diri seseorang dengan cara membornya kemudian menyelaraskan jalur energi yang telah terbentuk dengan vibrasi reiki. Setelah itu setiap Praktisi N-AQS secara permanent dapat mengakses Energi Semesta melalui Cakra Mahkota (ubun-ubun kepala) dan langsung bisa digunakan untuk menyembuhkan diri sendiri dan orang lain

Teknik N-AQS terbukti mampu menyembuhkan 4 (empat) lapisan tubuh manusia yaitu menyembuhkan penyakit tubuh fisik (baik ringan atau kronis seperti Tumor, Kanker, Ginjal, Diabetes, Jantung, Hepatitis, Stroke, Leukimia, HIV, Asma, Kista, Gangguan Reproduksi, dll), tubuh psikis (frustasi, gugup, khawatir, marah, dll), tubuh mental (stress, depresi, trauma, dll), dan tubuh spiritual (suka membenci, iri hati, dendam dll,) serta Membersihkan sifat dan akhlak buruk menuju transformasi psikis dan mental yang seimbang, tegar dan terkendali. Selain itu energi N-AQS dapat juga digunakan untuk Menangkal dan Mengatasi pengaruh energi negatif seperti santet, sihir, kesurupan, gangguan jin, dll.

N-AQS merupakan system kultivasi berbasis system energi Nurun ‘Ala Nuurin.

Nurun ‘Ala Nuurin adalah energi kultivasi yang kami warisi dari The Great Kultivator Terakhir Yaitu Nabi Muhammad SAW. Pencapaian spiritualnya adalah yang paling sempurna diantara semua kultivator. Ini dibuktikan dalam perjalanan beliau dalam Isra’ Mi’raj yang mana dalam keyakinan kami, beliau bermi’raj dengan tubuh jasmani dan ruhaninya. Hal itu dimungkinkan terjadi karena tubuh jasmani beliau telah mengalami pencapaian kultivasi yang tertinggi, sehingga bisa berubah menjadi tubuh energi (Cahaya).

Nurun ‘Ala Nuurin merupakan energi kultivasi. Hal ini berbeda dengan energi reiki pada umumnya yang merupakan energi natural. Karena energi Nurun ‘Ala Nuurin merupakan energi kultivasi maka energi Nurun ‘Ala Nuurin sangat baik digunakan untuk berkultivasi. Untuk membuat diri menjadi murni dan semakin murni, memperluas kesadaran pada multi dimensi, menyatukan diri dengan alam dan Ilahi. Diri yang murni, bebas dari kendali apapun akan memudahkan seseorang mencapai pengetahuan spiritual yang tinggi. Kebenaran itu relatif dan kebenaran yang absolut dan tertinggi adalah Tuhan itu sendiri.

Karena metode N-AQS berlandaskan System Energi Nurun ‘Ala Nuurin, maka praktek tekhnis dari metode N-AQS tidak sama dengan praktek Reiki atau olah spiritual yang lain. Kami tidak menggunakan sistem meditasi Kundalini dan Chakra dalam mengolah energi kultivasi ini. Inti dari system N-AQS adalah ada pada System Energi Nurun ‘Ala Nuurin itu sendiri, yang bekerja secara cerdas dan mandiri mengkultivasi praktisi.

Kultivasi sama dengan evolusi atau transformasi. Pada kupu-kupu disebut juga metamorfosis. Energi Kultivasi adalah energi natural yang berevolusi menjadi energi pemurnian. Energi kultivasi memiliki fungsi untuk memurnikan tujuh lapis tubuh manusia ; tubuh fisik, psikis, atau emosi, mental, intuisi, atma, cahaya (monade) maupun tubuh spiritual.

Apa itu Attunement?

Attunement adalah cara membuka diri untuk menerima getaran energi Ilahiah Nurun ‘Ala Nuurin yang sangat tinggi dan halus vibrasinya untuk keperluan penyembuhan pribadi. Dengan kata lain, ini adalah cara membuka jalur dalam tubuh mental, emosional, spiritual dan eterik untuk membiarkan getaran yang anda sesuaikan, membantu anda dalam proses penyembuhan anda. Attunement hanya dapat diberikan oleh Master Reiki NAQS yang resmi dan memiliki kemampuan untuk itu. Kemampuan tersebut didapat dari proses attunement Master Reiki NAQS sebelumnya. Karena itu, dapat dikatakan bahwa attunement mewakili sesuatu yang memiliki karakter energi Ilahiah Nurun ‘Ala Nuurin dari generasi ke generasi. Hal ini dapat dibuktikan dari asal usul turunan ENERGI KULTIVASI NUURUN ‘ALA NUURIN sampai ke The Great Kultivator yaitu Nabi Muhammad SAW.

Setelah anda menerima attunement dari Reiki Master, anda telah terhubung dan berharmoni dengan sumber energi Reiki sehingga anda dapat mengakses dan menyalurkan energi Reiki, juga untuk obyek lain. Proses attunement juga berarti “menghubungkan kembali” dan “mengharmonikan” manusia sebagai mikrokosmos dengan alam sebagai makrokosmos. Dalam waktu 2-4 minggu setelah menerika attunement Reiki, sistem tubuh menyesuaikan diri dengan Reiki baru yang anda terima dan menyatukannya dengan anda secara utuh dan sempurna. Anda mengalami proses penyembuhan baik secara fisik, emosional maupun spiritual. Banyak orang merasa aliran hangat dalam tubuhnya ketika Reiki membersihkan dan menyeimbangkan sistem energi baru. Kadang-kadang efek yang muncul memiliki karakter emosional dan anda dapat mengingat hal-hal yang telah anda lupakan, atu merasa santai atau menyesal, atau tidak ingin menyentuh alkohol atau rokok lagi. Ada orang yang merasa kebahagiaan mendalam ketika melakukan pelayanan religius.

Reiki memilik beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknik penyembuhan lain,
diantaranya adalah :

* Mudah dipelajari, membutuhkan pengetahuan minimal
* Tidak memerlukan latihan fisik yang melelahkan
* Getarannya lebih halus, lebih efektif untuk penyembuhan
* Membuat penghubung kepada sumber kesulitan atau penyakit
* Energi tidak akan pernah habis dan aliran akan sesuai dengan kebutuhan
* Menyembuhkan masalah fisik, emosi, dan spiritual
* Mudah didapatkan, hanya dengan attunement selama 20 menit
* Dapat digunakan untuk membuat perlindungan
* Bersifat permanen selama tidak digunakan untuk hal-hal yang negatif
* Penyembuhan dapat dilakukan dari jarak jauh
* Energi negatif dari pasien tidak akan masuk ke dalam tubuh penyembuh
* Energi penyembuh tidak akan pernah habis
* Dapat dilakukan oleh tim penyembuh
* Energi penyembuhan dapat bertambah baik secara kuantitas maupun kualitas tiap kali menyalurkan energi
* Beberapa penyembuh dapat menggabungkan energi Reiki dengan energi lain untuk penyembuhan

Beberapa kegunaan Reiki, di antaranya adalah:

* Meningkatkan tingkat energi dan vitalitas anda
* Meningkatkan intuisi dan kedamaian
* Meningkatkan kesehatan, kualitas hidup dan pengembangan pribadi
* Mempercepat penyembuhan luka, kesulitan/penolakan, migren, asma dan banyak masalah kesehatan secara efektif.
* Mengurangi stres secara dramatis
* Mempercepat proses penyembuhan
* Mengurangi rasa sakit dan efek samping dari obat yang dimakan
* Membantu menyembuhkan penyakit, trauma dan operasi
* Menghilangkan racun dalam tubuh
* Mempercepat proses penyembuhan secara alami dengan cara mengharmonisasikan energi tubuh
* Membuat tangan anda sebagai pelengkap dokter
* Dapat digunakan untuk binatang and tumbuhan
* Memperbaiki tingkat kesesuaian dan keseimbangan seseorang
* Memperpanjang umur sel tubuh dan memperbaiki kulit

Kondisi apa yang dapat dibantu oleh Reiki?

Reiki adalah sistem alami untuk penyembuhan, mengurangi stress dan relaksasi. Sistem ini didasarkan pada keyakinan bahwa energi kehidupan atau Ki dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk penyembuhan. Reiki menyingkirkan hambatan dalam sistem energi sehingga energi kehidupan dapat kembali mengalir dan memperbaiki keseimbangan penerima dan meningkatkan kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri. Reiki mengalir ke daerah yang paling memerlukan bantuan, bukan hanya pada gejalanya, karena itu dapat digunakan pada setiap tingkatan: fisik, mental, emosional dan spiritual.

Ketika mengikuti penyembuhan dengan cara Reiki, pasien dapat merasa lebih seimbang dan rileks atau lebih energetic dan sadar. Mereka dapat merasa lebih kreatif atau kurang emosional atau lebih tidak stress, dengan perasaan lebih baik. Reiki sangat berguna untuk mereka yang sedang menghadapi kesulitan atau tantangan dalam hidup. Luka parah dapat dibantu untuk sembuh lebih cepat tapi penyakit yang lebih kronis akan memerlukan waktu yang lebih lama. Kondisi seperti eksim, asma, alergi, sakit kepala, migren, sakit punggung, arthritis dan shok, sudah dipastikan memberikan respon yang baik terhadap Reiki. Beberapa orang melaporkan mengalami kesembuhan atau berkurang sakitnya setelah mengikuti sesi penyembuhan dan beberapa melaporkan kemudahan bergerak atau kemampuan untuk tidur dengan lebih baik. Kebaikan ini biasanya bertahan sekitar 3 sampai 10 hari dan seringkali masalahnya tidak muncul kembali.

Apa yang terjadi selama penyembuhan Reiki?

Menerima penyembuhan secara Reiki adalah proses yang sangat sederhana dan tidak mengganggu, namun sangat kuat. Para praktisi biasanya akan memberikan penjelasan singkat tentang cara penyembuhan ini dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang riwayat kesehatan pasien. Kerahasiaan dijamin sebagai persyaratan standar etis asosiasi.

Sesi penyembuhan berlangsung sekitar satu jam dengan pasien dalam kondisi berbaring, dengan pakaian lengkap, di atas matras. Jika pasien tidak dapat berbaring, proses dapat dilakukan dalam kondisi duduk atau berdiri. Barang-barang seperti sepatu atau perhiasan biasanya dilepas. Ruangan penyembuhan biasanya hangat, bersih dan nyaman. Musik lembut, lilin dan selimut disediakan untuk menambah kenyamanan pasien. Tidak ada manipulasi karena Reiki bukanlah pijatan. Praktisi akan menyalurkan energi ke pasien melalui beberapa urutan posisi tangan di punggung dan tubuh bagian depan dan kepala. Praktisi akan menempatkan tangan pada posisi tertentu selama beberapa waktu dan lebih banyak waktu pada daerah yang lebih memerlukan. Reiki akan mengalir pada tempat yang paling dibutuhkan.

Apa yang akan saya rasakan selama proses penyembuhan?

Selama proses penyembuhan, banyak orang melaporkan sesansi seperti rasa panas, tingling, sejuk atau denyut atau melihat beberapa warna. Tapi banyak orang hanya merasakan kedamaian dan relaksasi: beberapa malah tertidur! Atau kadang proses penyembuhan dapat memberikan energi: tidak ada cara benar atau salah dalam pengalaman Reiki.

Apa yang dapat diharapkan setelah proses penyembuhan?

Segera setelah sesi Reiki, anda harus menyediakan sedikit waktu untuk kembali pada kesadaran anda. Anda dapat merasa sangat relaks sehingga anda sedikit bingung. Disarankan anda duduk sebentar dan minum.

Kemudian anda mungkin merasa bahwa tubuh anda melakukan detoksifikasi. Anda harus menambah jumlah air atau teh herbal yang anda minum supaya racun dapat dikeluarkan dengan lebih mudah. Anda juga mungkin ingin lebih banyak beristirahat. Banyak orang merasa rasa sakit berkurang dan rasa nyaman semakin dirasakan.

Anda mungkin mulai merasa lebih baik setelah sesi pertama. Jumlah dan frekwensi penyembuhan bervariasi untuk tiap-tiap orang. Secara umum, penyakit akut sembuh lebih cepat daripada penyakit kronis. Kalau penyakit anda sudah lama, anda membutuhkan proses penyembuhan lebih lama. Namun, anda bebas menentukan jenis pengobatan seperti apa yang anda inginkan.

Apakah Reiki merupakan suatu tindakan yang holistik?

Reiki sungguh holistic karena menyembuhkan keseluruhan manusia, bukan hanya gejalanya saja. Semua penyakit fisik, mental, emosional dan spiritual dapat disembuhkan. Reiki mengalir pada tempat yang paling membutuhkannya. Reiki adalah terapi yang dapat digunakan sendiri maupun sebagai pelengkap tindakan yang lain. Sangat disarankan anda tidak menghentikan pengobatan medis atau penyembuhan holistik cara apapun yang dibutuhkan, kecuali setelah anda mendiskusikannya dengan mereka.

TINGKATAN REIKI N-AQS :

LEVEL 1 : BEGINNING OF THE AWAKENING Healing & Spirituality
(Free Training, bisa jarak jauh via telfon)

  1. Inisiasi (Aktivasi dan Attunement System N-AQS)
  2. Meditasi (Tafakkur, Tawajjuh, Zero Mind Process)
  3. Healing (Penyembuhan untuk diri sendiri dan orang lain)

Manfaat level 1 : 
1. God Oriented, Tuhan menjadi sentral kehidupannya. Karena kehadiran Tuhan betul-betul bisa dirasakan dalam kehidupannya.
2. Self Improvement, pengembangan Potensi diri & Good Behaviour Transformation (AKHLAKUL KARIMAH : IKHLAS & SABAR).
3. Healer Skill, ketrampilan menggunakan energi Reiki …utk penyembuhan.

LEVEL 2 : TOTAL SOLUTION
(Free Training – Harus datang bertemu langsung dengan Pengasuh Majelis N-AQS)

  1. Harus sudah menguasai dasar System N-AQS (Getaran di Lathaif Qalbu telah cukup kuat serta kondisinya terjaga selama 24 jam)
  2. Penggunaan simbol Reiki N-AQS
  3. Penggunaan Bola Energi Husada
  4. Penggunaan Bola Energi Sapu Jagad

Manfaat level 2 :
1. Peningkatan energi 10 kali level 1.
2. TOTAL SOLUTION, mengatasi segala problematika kehidupan. Meraih kejaya’an dunia dan kebahagia’an akherat.
3. Mendapat izin utk menggunakan simbol reiki.
4. Mendapat izin untuk menggunakan bola energi Husada dan Sapu Jagad.
5. Penyembuhan jarak jauh dan programming.
Bonus : Ilmu Totok Jari EFT (Emotional Freedom Technic).

FOUNDER REIKI N-AQS :

Mas Eddy Sugianto Wong Gresik

Alamat : Desa Sekapuk Rt : 02 / Rw : 01
Kecamatan Ujung Pangkah
Kabupaten Gresik
JAWA TIMUR – INDONESIA

HP : 081231649477
Tlp : 031-3940577
email : semutraja@ymail.com
Facebook Profile : http://www.facebook.com/wongsedayu

WEBSITE MAJELIS NAQS :
http://majelisnaqs.blogspot.com/
http://reikinaqs.blogspot.com/

LAMPIRAN : (http://id.wikipedia.org/wiki/Kuark)
Quark (dibaca kwɔː(r)k), sebagaimana dijelaskan dalam model standar pada fisika partikel, bersama-sama dengan lepton dipercaya sebagai partikel elementer yang membentuk materi. Kombinasi beberapa quark membentuk jenis partikel yang disebut hadron, di alam terdapat dua macam hadron yaitu meson dan baryon. Partikel berjenis meson terdiri dari dua buah quark, partikel berjenis baryon terdiri dari tiga jenis quark dan baru-baru ini ditemukan adalah pentaquark yang terdiri dari lima buah quark. Partikel-partikel seperti proton dan neutron termasuk ke dalam jenis baryon, sedangkan elektron bukan tersusun atas quark melainkan sudah merupakan sebuah partikel elementer yang termasuk dalam jenis lepton. Terdapat enam jenis quark yang berbeda yang dibedakan berdasarkan “rasa”-nya, yaitu up, down, charm, strange, top dan bottom. Antipartikel quark disebut antiquark. Dalam teori kromodinamika kuantum masing-masing quark (up, down, charm, strange, top dan bottom) memiliki tiga buah “warna” yaitu merah, biru dan hijau, di mana sebuah partikel hanya bisa dibentuk oleh paduan “warna” netral.

6 buah partikel quark (bagian kiri atas yang berwarna violet) dalam model standar

Ditulis dalam A NAQS MethodeIndera Ke_EnamReiki N-AQS1 Komentar »

>BOLA ENERGI SAPU JAGAD REIKI NAQS

November 28, 2010 — Mas Eddy Sugianto

>

Seorang praktisi reiki level 2 sudah bisa menggunakan Bola Energi yang bersifat sebagai penampung niat & affirmasi sebelum dimasukkan ke dalam tubuh.

Tekhnik ini diajarkan di level II Reiki NAQS. Setelah siswa di Attunement dengan Reiki Level II (GRATIS).

Cara Membuat Bola Energi :

Letakkan kedua telapak tangan saling berhadapan, ambil jarak sekitar 10 cm. Visualisasikan simbol yang dikehendaki, lalu visualisasikan simbol tadi di selubungi sebuah bola energi. Tunggu sekitar 1 menit sampai bola energi terasa cukup padat. Ucapkan kalimat affirmasi yang diperlukan sesuai kebutuhan. Lalu salurkan bola energi sesuai dengan tujuan dibuatnya bola energi tadi, cukup hanya dengan NIAT dan isyarat gerakan tangan saja.

Bola Energi Husada

Dalam hal penyembuhan, agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat dan efisien diperlukan bola energi yang spesifik sehingga terapi penyembuhan menjadi lebih efektif.

Bola Energi dapat disalurkan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Penyaluran akan bermanifestasi ke seluruh tubuh dengan 9 Titik penyaluran, diantaranya.

* Ubun-ubun Kepala
* Kedua Telapak Tangan
* Kedua Telapak Kaki
* Ketiak
* Pusar
* Tengkuk
* Dahi
* Telinga
* Kemaluan Wanita ( Untuk Pria tidak ada)

Penyaluran mengunakan kedua telapak tangan dengan mengunakan energi yang ada di tangan dan mengarahkan kepada object yang ingin disalurkan dan ucapkan hasil akhir yang mau didapat.

Penyaluran memiliki manifestasi yang berbeda-beda, ada dingin, panas, kesemutan, dan beragam manifestasi lainnya. Tetap berdoa kepada Tuhan Y.M.E untuk menyempurnakan penyaluran energi.

Penyaluran ini sama halnya seperti pembersihan diri dari hal-hal yang jahat/jin/dll, 9 titik pembersihan dapat dilakukan dengan bola energi.

BENTUK BOLA ENERGI REIKI NAQS, bentuknya beraneka ragam, dan tidak ada bentuk yang pasti, yang dapat digambarkan, karena beragam masalah/problem/keinginan menyebabkan BOLA ENERGI bebas mengambarkannya.

Gunakan bola energi dengan menvisualisasikan sebuah bola, tanpa ada bentuk yang macam2, dan biarkan disalurkan melalui 9 titik tersebut, efek dari di 9 titik, bola energi akan berubah mengikuti keadaan tersebut sambil ucapkan hasil akhir yang akan didapat.

Hal ini berbeda dengan aliran seperti Yoga, Reiki & Kundalini pada umumnya, yang memiliki bentuk bola energi yang sudah baku. Tetapi energi REIKI NAQS, tidak membatasi apapun untuk dapat mengalir didalamnya, karena ada ribuan bahkan jutaan bola energi sesuai dengan kegunaan dan fungsinya, bebaskan bola energi untuk membentuk sendiri visualisasinya.

Dan yang terakhir, sebelum penyaluran melalui energi REIKI NAQS dengan mengunakan bola energi, minta perlindungan Tuhan Y.M.E supaya segala sesuatu yang jahat dan negatif akibat/efek dari pembersihan, penyembuhan atau transfer energi lainnya tidak berbalik dan menyerang kita.

Bola Energi Sapu Jagad

Bola Energi Sapu Jagad adalah teknik untuk mematerialisasikan/mewujudkan suatu keinginan menjadi kenyataan.

Selain sangat efektif untuk menghilangkan dan mencegah masalah fisik, emosional dan mental, Reiki sebenarnya amat efektif untuk berbagai keperluan lain. Misalnya untuk perlindungan diri dan materialisasi. Anda dapat mempergunakan Rei Ki untuk melindungi diri Anda sendiri, anggota keluarga atau teman dan harta benda Anda. Apabila Anda mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan (materialisasikan) Rei Ki juga dapat membantu proses materialisasi dan cita-cita Anda.

Materialisasi reiki dimaksudkan untuk mewujudkan keinginan terhadap tujuan-tujuan tertentu atau ingin memiliki sesuatu yang Anda inginkan. Reiki selain digunakan untuk penyembuhan energinya bisa juga digunakan untuk menciptakan keinginan yang dibarengi dengan tindakan nyata dalam bekerja dan jangan melupakan peranan doa kepada Tuhan YME sesuai dengan keyakinan iman masing-masing.

Materialisasi reiki adalah metode kombinasi dari berpikir positif, pengendalian cipta atau pikiran dan Reiki sendiri dan tentunya dengan izin-Nya. Semua bisa terjadi kepada siapapun asalkan percaya bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang dan akan menjawab doa setiap hamba-Nya.

Aplikasi lebih luas, Reiki memang dimungkinkan untuk dipergunakan dalam kondisi dan situasi mendesak selain untuk penyembuhan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya proses materialisasi reiki ini harus dengan keyakinan dan kemantapan hati selain doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar berkenan mewujudkan materialisasi. Setelah Doa tentu saja metodenya, selain kerja keras itu sendiri.

Materialisasi menggunakan lambang bola adalah sebagai berikut :

  1. Buat bola energi. Rasakan hingga padat.
  2. Setelah anda yakin bola sudah padat masukkan visualisasi anda kedalam bola energi tersebut. jangan buru buru nikmati perjalanan visualisasi anda.
  3. Setelah itu afirmasikan (bebas)

contoh : semua karsa (kemauan), rasa, dan cipta saya akan terwujud, dalam kehidupan saya sekarang, dalam waktu….(sebut waktunya), cara yang semudah mudahnya dan setepat tepatnya, menjadi milikku dan dapat aku pergunakan semaksimal mungkin dengan baik dan benar.

Lemparkan bola energi ke udara dengan perlahan. Biarkan bola energi mencari perwujudannya. Lakukan setiap hari dengan keinginan yang sama sampai terwujud. Bila melakukan setiap hari, pada hari kedua dan seterusnya, pada saat afirmasi tambahkan kalimat : Bola energi ini memperkuat dan harmonis dengan semua bola energi yang saya lemparkan sebelumnya pada keinginan saya saat ini.

5. Bersyukur bahwa anda masih dapat bermaterialisasi.

saya yakin Anda semua tentu sudah paham dan mahir membuat bola energi, apakah menggunakan simbol  atau tanpa simbol. Bila anda memutuskan membuat bola energi dengan simbol cukup anda gambarkan simbol tadi menggunakan kelima jari tangan yang disatukan di depan dada. Setelah bola energi terbentuk dan mengembang tunggu sebentar beberapa saat agar siap untuk menampung affirmasi dari anda.

Pertama sebagai umat beragama tentu harus berdoa kepada Tuhan YME agar berkenan memberikan berkah mewujudkan materialisasi ini. Segala sesuatu terjadi atas Izin-Nya dan sebagai manusia biasa kita hanya berusaha tetapi hasil akhir tetap ada di tangan-Nya. Bahwa sesuatu hanya akan terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Setelah lantunan doa selesai anda bisa meniatkan energi terbentuk tanpa simbol reiki atau dengan simbol reiki. Ada 2 opsi…memakai simbol atau tanpa simbol. Keduanya sama effektipnya dalam mewujudkan materialisasi reiki.

Bagi yang belum mahir membuat simbol energi, jangan berkecil hati. Lakukan saja dengan niat bahwa bola energi tanpa simbol hadir di antara kedua telapak tangan yang saling berhadapan di depan dada anda. Bila peka dan waskita maka terbentuknya bola energi ini mirip bola bundar yang berselimut getaran energi yang semakin lama semakin tebal dan akhirnya berat sekali kita pegang. Sesaat ketika bola energi telah hadir di depan di antara kedua telapak tangan yang saling berhadapan, lalu masukkan keinginan anda ke tengah-tengah bola energi tersebut.

Cara memasukkan keinginan ke tengah bola energi sangat mudah sekali semudah anda meniatkan energi reiki hadir mengalir. Anda hanya perlu mengatakan keinginan yang hendak anda wujudkan lewat materialisasi reiki ini dengan keras pengucapannya. Boleh juga anda mengucapkan dalam hati sambil terus memegang bola energi ini. Lakukan pengulangan kalimat affirmasi sebanyak 3 kali pengulangan dengan redaksi kalimat yang intinya hasil akhir dari materialisasi ini. Anda tidak usah menguraikan caranya tetapi hasil akhir materialisasi agar terwujud. Jika anda menguraikan caranya boleh jadi sebenarnya anda membatasi kemungkinan berhasilnya materialisasi ini.

Jangan heran banyak sekali kemungkinan yang dapat terjadi di mana tidak anda ketahui atau anda pikirkan. Semua terjadi secara otomatis dan memerlukan proses, bisa cepat atau lama. Mengucapkan affirmasi hanya mengatakan niat hasil akhir saja, sebenarnya anda membuka kesempatan yang lebih luas agar keinginan itu dapat terwujud.

CONTOH APLIKASI :

MELINDUNGI KEAMANAN UANG ANDA DI ATM
Belum selesai kasus Bank Century kita kembali dikejutkan dengan pembobolan rekening nasabah beberapa bank di Bali. Tentu saja hal ini membuat kecemasan nasabah dalam bertransaksi di mesin ATM. Tentu saja bobolnya dana nasabah ini dilakukan oleh pelaku yang memang ahli di bidang kejahatan bank dan tentu saja ahli dalam mencuri data PIN nasabah. Kunci dari ini semua adalah manusia yang mempunyai pikiran negative dan menggunakan kepandaiannya untuk kejahatan. Pikiran negative harus dilawan dengan pikiran positip. Ibarat kejahatan dilawan dengan kebaikan, maka metode reiki untuk materialisasi perlu digunakan oleh semua praktisi reiki dalam menghadapi ulah kejahatan ini.

Dalam prakteknya silakan hadapkan kedua telapak tangan Anda berhadapan di depan dada setinggi puting susu. Niatkan membuat bola energi reiki (tanpa simbol) agar mengalir. Masih dalam kondisi rileks/pasrah/dekonsentrasi berikan affirmasi kan, ” Dengan izin Tuhan YME bola energi padat kuat ini melindungi (bayangkan kartu ATM Anda/keluarga Anda/harta Anda yang tersimpan di bank dsb berada di dalam bola energi..termasuk kode pin dan nomer rekening) dari pengaruh kekuatan pikiran negative orang lain. Perkuat bola energi ini sekian ratus kali lipat. Bola energi bertahan secara terus menerus. Sedangkan kekuatan negative yang terlanjur ada dalam bola energi ini akan dipaksa keluar dengan sendirinya secepatnya dan menggantinya dengan kekuatan positif.”

Masih membayangkan bola energi padat semakin padat membungkus kartu ATM/Buku Tabungan/Keluarga Anda dan tahan untuk beberapa saat lamanya di depan puting susu. Setelah dirasa cukup waktunya dorong bola energi ini pelan-pelan dan lupakan. Untuk keamanan sering-seringlah membuat bola energi ini untuk keperluan ini. Itu tadi adalah cara manual pertama membuat bola energi reiki tanpa simbol.

Cara kedua adalah membuat bola energi reiki dengan memanfaatkan simbol Alif laam miim. Penggunaan cobalah gambar simbol yang dikehendaki dalam gerakan tangan di udara depan puting susu sambil memberi affirmasi, “Alif laam miim membentuk bola energi padat, perkuat dengan sekian ratus kali lipat, bertahan sekian hari (atau seterusnya) melindungi kartu ATM/buku nasabah saya dari ulah pikiran negative orang lain. Kekuatan positive akan mampu menerobosnya dengan mudah, sedangkam kekuatan pikiran negative dalam bola energi yang sudah terlanjur ada akan dipaksa keluar segera.

Tahan sebentar bola energi padat ini beberapa saat lalu dorong ke depan lepaskan dan lupakan. Sebaiknya ulangi langkah ini sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan. Di samping itu berdoalah dulu kepada Tuhan akan maksud membuat materialisasi bola energi reiki ini. Materialisasi reiki asal dilakukan dengan tekun tanpa kenal lelah boleh jadi Tuhan akan menjawab doa Anda dengan baik… Insya Allah.

Di jaman serba instan dengan penuh tipu muslihat, akal licik ingin memperdayai orang lain yang tidak berdosa demi keuntungan pribadi semakin meraja lela di ruang publik maupun ruang tersembunyi, tentu saja membuat kita semua cemas. Hasil kerja keras kita bisa dibobol begitu mudahnya. Karena itu satu-satunya jalan secara ikhtiar lahir juga bhatin adalah menggunakan materialisasi reiki.

MENGATASI KEMACETAN LALU LINTAS
Prof Dr. Sutan Remi Syahdeini SH dalam buku Hidup Sehat dengan Reiki menulis bahwa reiki dapat digunakan untuk keperluan ini yang mana tata cara penggunaannya disusun sebagai berikut:
1. Berdoalah dulu kepada Tuhan sebelum memulai perjalanan.
2. Membuat bola energi Reiki dengan telapak tangan saling berhadapan di depan dada. Setelah bola energi padat terbentuk isikan affirmasi ke dalam bola energi ini kalimat sebagai berikut :
“Ya Allah… Reiki atau energi non Reiki milik-Mu yang saya mohon mengalirlah. Padatkanlah bola energi ini untuk bekerja kuat mengatasi masalah padatnya lalu lintas ini. Bantulah saya untuk keluar dari kemacetan lalu lintas ini segera sehingga saya tiba di tujuan secepat mungkin dengan selamat.”

Affirmasi ini tidaklah baku susunan kalimatnya. Anda dapat merancang sendiri kalimat yang intinya memohon pertolongan Allah agar kepadatan lalu lintas segera terurai dan perjalanan kembali lancar selamat sampai di tempat tujuan. Bagi praktisi reiki level 1 yang belum menggunakan simbol reiki cukup membuat bola energi padat saja. Bagi praktisi reiki level 2 ke atas membuat bola energi reiki padat dengan simbol Alif laam miim yang berfungsi untuk melipatgandakan daya kerja Reiki.

Setelah bola energi simbol Alif laam miim terbentuk padat, affirmasi selesai diucapkan lalu bola energi ini kita dorong atau kita lepas ke kosmis. Mengucapkan affirmasi bisa kita ulang 2 atau 3 kali dengan nada tegas, perlahan-lahan agar tertangkap alam bawah sadar kita dengan baik. Insya Allah dengan pertolongan dan izin-Nya Anda atau siapa pun praktisi reiki yang pernah mempraktekkan metode ini akan terbantu keluar dari kemacetan lalu lintas.

Tapi kita harus juga ingat bahwa bukan berarti Reiki akan menguak kemacetan lalu lintas dan membuat jalan bersih dari kendaraan lain, karena kendaraan di muka Anda akan minggir memberikan jalan kepada Anda. Tidak semudah dan secepat itu dalam prakteknya apabila suasana lalu lintas padat merayap. Maksud penggunaan reiki untuk keperluan ini adalah kendaraan yang kita kendarai akan menemukan jalan sendiri di antara kemacetan lalu lintas dan akan selalu maju bergerak mengikuti mobil di depannya yang seolah-olah bergerak tanpa henti. Memang demikianlah adanya dan kenyataannya. Mobil dan kendaraan lainnya tidak akan berlama-lama di satu tempat saja dan selalu bergerak…bergerak…bergerak.

Bila Anda sendiri tidak memegang kemudi dan duduk sebagai penumpang di samping Mas Supir, cukup dengan mengalirkan reiki atau energi non reiki dari kedua telapak tangan kita dengan beaming position diarahkan ke jalan di depan kendaraan yang tengah kita kendarai yang sedang mengalami perlambatan karena kemacetan lalu lintas. Yang penting Anda percaya kepada kebesaran Allah dan kepada-Nya lah kita mohon pertolongan…Insya Allah doa kita dikabulkan. Selama berkendara mudik lebaran tentunya patuhilah rambu lalu lintas dan bila letih, lesu, mengantuk segera pinggirkan kendaraan ke tepi jalan dan segera istirahat tidur.

Puji Syukur kepada Allah… metode ini ternyata cukup ampuh dalam mengurai kemacetan lalu lintas dan rata-rata praktisi reiki yang sudah paham penggunaan simbol reiki ataupun yang masih pemula bisa mempraktekkan tatkala berkendara baik di kemacetan lalu lintas Jakarta atau kota lain dan ternyata berhasil . Selamat berkendara dan tiba di tujuan dengan selamat.

MENEMUKAN BARANG HILANG
Dalam perjalanan hidup selama ini barangkali sahabat pernah mengalami sifat lupa. Itu sangat manusiawi dan semua orang tentu pernah mengalami dari hal sepele sampai serius. Misalnya lupa menaruh barang berharga milik kita pada suatu tempat dan akhirnya terlanjur barang itu raib entah kemana dan dicari-cari sampai berkali-kali tidak juga ketemu. Singkat kata barang itu ketlisut nyasar ke suatu tempat. Dengan memanfaatkan energi reiki di samping untuk penyembuhan, maka peranan reiki pun dapat membantu mengatasi kesulitan tadi tentunya semua atas Izin dari Allah SWT semata dan tidak karena lain.

Untuk mempermudah mencari di mana gerangan benda berharga milik kita itu raib kemana, kita sebagai praktisi reiki dapat menggunakan metode pelacakan terhadap barang yang hilang tadi dengan menggunakan simbol reiki ataupun kekuatan affirmasi yang kita rancang untuk maksud tersebut. Sebelum langkah pendeteksian keberadaan barang tadi dimulai alangkah baiknya kita semua sebagai umat beragama apa pun keyakinannya, berdoa dulu adalah hal wajib apakah selepas kita melaksanakan ibadah atau pun di saat senggang sebelum metode pencarian lewat reiki dilakukan.

Setelah Anda semua berdoa bagi yang hobi menggunakan simbol reiki atau pun energi non reiki, silahkan membuat bola energi reiki ( tanpa simbol ) ataupun dengan simbol energi Alif laam miim dengan kedua telapak tangan saling berhadapan di depan dada ( setinggi chakra jantung atau chakra solar pleksus ). Setelah bola energi terbentuk dari simbol Alif laam miim dan terasa padat sekali getarannya, ataupun bola energi terbentuk dengan kekuatan affirmasi, berikan pengarahan dengan mantap, tegas kalimat misalnya, ” Saya sangat senang jika jam tangan/gelang/buku BPKB kendaraan motor dll milik saya yang hilang ketlisut sejak…. ( sebutkan waktu pertama kali hilang ) muncul kembali dengan baik tanpa kurang suatu apapun,” dengan Ridha Tuhan YME terjadilah….

Masih dalam pegangan kita, pelan-pelan lepaskan bola energi padat simbol Alif laam miim atau pun bola energi energi non reiki tadi lalu lemparkanlah/doronglah ke udara terbuka di depan Anda dan biarkanlah bola ini melanglang buana menuju kosmik. Mulailah anda mencari benda milik anda yang hilang di tempat semula, misalnya di rumah anda atau pun ketika benda itu jatuh di jalan. Bukan mustahil jika jatuh ke jalan, ada orang yang menemukan dan tersentuh hatinya akan menghubungi Anda selaku pemilik untuk diserahkan. Semua ini terjadi atas Izin Tuhan YME saja dan naluri Anda lah yang akan menuntun dalam langkah pencarian ini.

Seandainya benda berharga milik Anda jatuh di suatu tempat atau tergeletak di rumah namun ada seseorang yang memindahkannya tanpa sepengetahuan orang rumah, silahkan membuat bola energi Kaf Ha Ya Ain Shad untuk pengiriman bola energi jarak jauh. Kenapa simbol ini dikirimkan? Karena benda yang raib itu kemungkinan ditemukan seseorang di jalan dan lalu diserahkan kepada kantor media massa untuk dititipkan dan lalu diumumkan kepada khalayak pemirsa/pendengar/pembaca agar si pemilik yang merasa kehilangan mendengar lalu bisa mengambilnya.

Boleh jadi penggunaan simbol Kaf Ha Ya Ain Shad ini digunakan untuk menggerakkan haTi orang yang mengambil atau menemukan barang itu agar berkeinginan untuk mengembalikan kepada si empunya barang. Simbol ini bisa anda gandakan kekuatannya dengan simbol Alif laam miim. Setelah bola energi kedua simbol tadi digambar dan tebentuk bola energi padat beri pengarahan affirmasi, misalnya, ” Reiki atau energi non reiki mengalirlah…Buatlah aku bola energi padat dan berdaya kerja kuat. Gerakkanlah hati orang yang mengambil atau menemukan barang saya itu untuk menyerahkan kepada saya atau kepada pihak lain agar diketahui orang banyak dan memberi tahukan kepada saya selaku pemilik sah.” Selanjutnya doronglah bola energi tadi ke udara depan Anda dan biarkanlah melayang menuju kosmik.

Anda bisa mengulang langkah pertama dan kedua tadi dalam beberapa kali ulangan sampai Anda yakin bahwa barang itu akan ketemu. Kalau memang Tuhan YME mengabulkan permohonan Anda bukan mustahil barang berharga itu akan muncul kembali. Apabila dalam prakteknya tidak kembali, janganlah menganggap bahwa Reiki atau Energi Non Reiki yang telah Anda buat itu tidak dapat dipakai untuk maksud itu. Tetap bersabar sambil beriktiar tanpa putus asa.

Seandainya memang tidak diketemukan…ikhlaskanlah…barangkali Tuhan YME mempunya rencana lain yang mulia atas musibah kehilangan ini dan jangan terus menjadi beban pikiran. Seperti halnya Anda sebagai praktisi reiki untuk menyembuhkan seorang pasien telah berusaha semampunya melakukan healing tetapi toh tidak berhasil, janganlah berkecil hati. Sebagai manusia biasa yang tidak mempunyai kewenangan mengatur sembuh tidaknya seorang pasien setelah kita beri Reiki dan memang ajal pasien telah tiba dan itu diluar kemampuan praktisi reiki, maka kita hanya memasrahkan saja hasil akhir yang baik sesuai dengan ketentuan Tuhan sesuai dengan takdir yang telah digariskan-Nya.

MENANG UNDIAN DOOR PRIZE
Buat simbol Alif laam miim lebih dulu. Buat affirmasi,”Saya senang menerima undangan dan hadir dalam acara ini dan Saya sangat senang mendapatkan hadiah undian door prize ini..” Ulangi terus affirmasi ini dengan santai agar terekam ke dalam alam bawah sadar kita.Selesai mengucapkan affirmasi ini lempar bola energi ke udara dan lupakan.

Di samping itu saya juga mengalirkan energi reiki ke kartu undangan yang saya pegang agar sinkron dengan nomor milik saya yang ada di dalam kotak tempat sobekan nomor undangan berada.

Bola energi Alif laam miim akan bekerja sendiri seuai dengan keinginan dan permohonan kita kepada Tuhan agar berkenan mengabulkan permohonan ini. Langkah ini cukup dibuat sekali saja. Affirmasi yang telah kita buat dan ucapkan sebelumnya Insya Allah kelak akan mewujudkan keinginan ini asalkan kita tetap santai dan pasrah kepada kehendak Tuhan YME.

Sambil menyaksikan satu persatu hadiah door prize dibagikan kepada peserta yang nomer pesertanya cocok diundi, saya masih bercakap-cakap dengan rekan sebelah dan melupakan bola energi yang telah dibuat. Saya hanya sering menyalurkan reiki ke sobekan nomor milik saya dengan nomor yang ada di undangan sambil membuat affirmasi,” Sinkronkan energi Ibu yang memegang kumpulan kartu undian dengan energiku secara terus menerus selama undian ini berlangsung”.

BOLA ENERGI ASM’AUL HUSNA

KEREJEKIAN

الم

الفتاح
الرزاق
الحسيب
الوهاب

يس

Affirmasi : 
Yaa Fattah Yaa Rozaq Yaa Khasiib Yaa Wahaab
Ya Allah Hadlir.
Ya Allah Bukalah Pintu dan jalan Rezekiku.
Ya Allah Curahkan Rahmat dan Rizki kepadaku.
Ya Allah Cukupi dan Penuhi Kebutuhanku.
Ya Allah Luaskanlah Rizkiku.
Aminn..

♥KEKAYA’AN♥
► POTENSI : Kekayaan yang masih tersimpan di dalam Gudang Harta Ilahiah.
Pintu :
~ Kesadaran Bathin terhadap batasan Kekayaan dan makna kekayaan.
~ Asset : Ketrampilan, keahlian, wawasan, relasi, Koneksi, & Daya Akses terhadap Sumber Daya : Alam, manusia, & sistem.

► HARTA : Modal Kekayaan Yang sudah di miliki.
► CINTA & KASIH : Kekayaan yang tidak bisa dibeli.

 

Ditulis dalam REIKI NAQS LEVEL 2Tinggalkan sebuah Komentar »

>SIMBOL REIKI N-AQS (Level 2)

November 27, 2010 — Mas Eddy Sugianto

>SIMBOL REIKI N-AQS DALAM PENYALURAN ENERGI

Seorang praktisi reiki level 2 sudah bisa menggunakan simbol reiki dalam melakukan healing baik diri sendiri atau orang lain. Attunement Reiki pada level 2 ini juga akan meningkatkan intensitas energi seorang praktisi reiki.Simbol reiki dapat diartikan sebagai lambang energi spesifik yang merupakan kristalisasi dari suatu fungsi energi yang digunakan dalam reiki.

Salah satu simbol penguat reiki berfungsi untuk menguatkan vibrasi energi reiki agar bekerja semaksimal mungkin dibarengi affirmasi yang tepat sesuai dengan karakter simbol reiki yang sedang digunakan. Praktisi Reiki dapat juga mempergunakan simbol lain yang dirancang untuk membersihkan unsur negative dari suatu lokasi atau tempat.

Sebaliknya praktisi Reiki dapat mempergunakan simbol pengiriman energi jarak jauh untuk penyembuhan pasien di beberapa tempat berlainan dalam jumlah banyak sekaligus. Simbol dapat digambarkan secara fisik dengan memanfaatkan chakra atau secara visualisasi.

Secara fisik praktisi Reiki menggambar simbol di depan dadanya dengan menggunakan tangan kanan ditulis ke arah kiri. Gerakan tangan ini menggambar simbol layaknya melukis simbol di kertas. Setelah digambarkan simbol dihubungkan dengan kekuatan energi Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin agar dapat menjalankan fungsinya.

Simbol Reiki ini hanya dapat digunakan oleh praktisi Reiki ketika sudah menduduki level 2 dalam tataran pembelajaran Reiki. Attunement Reiki level 2 ini juga akan meningkatkan intensitas energi praktisi Reiki mencapai 10 kali lipat dibandingkan praktisi Reiki di level 1. Simbol-simbol Reiki merupakan perangkat penghubung antara praktisi Reiki dengan pembimbing Reiki.

Penggunaan simbol ini dapat membantu meningkatkan vibrasi energi seorang praktisi Reiki. Hal ini disebabkan simbol-simbol tersebut mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang sangat khas atas penyembuhan penyakit juga kasus penyaluran energi jarak jauh terhadap pasien lain di tempat berbeda dan waktu berbeda pula.

Simbol Reiki dapat diartikan sebagai lambang energi atau Cetak Biru Energi (DNA ENERGI) spesifik yang merupakan kristalisasi dari suatu fungsi energi dalam Reiki. Reiki N-AQS MEMPUNYAI 3 simbol utama : Alif lam miim, Ya Siin, Kaf Ha Ya ‘Ain Shad.

Dalam tradisi Reiki lain misal gTummo, Tummo, Usui Tibetan setelah mendapatkan attunement seorang praktisi Reiki akan memperoleh hak atas penggunaan simbol ini di mana simbol ini dilukiskan sebagai simbol daya, simbol mental/emosi dan simbol relativitas.

Dalam istilah tradisional Reiki dikenal dengan nama Cho Ku Rei, She Hei Ki, dan Hon Sha Ze Sho Nen. Hanya Reiki tradisi Inti Reiki dan Kundalini Reiki simbol ini tidak dipergunakan.

Sebagai gantinya kekuatan dan ketepatan merancang afirmasi yang diucapkan ketika mulai menyalurkan energi. Kendati demikian sebagai seorang praktisi Reiki diwajibkan mengenal dan memahami bentuk dan cara membuat ketiga simbol tersebut. Bila praktisi Reiki sudah menduduki level Personal Mastery atau level Master penggunaan simbol ini sudah tidak dipergunakan lagi, karena pada level ini penyembuhan hanya dilakukan dengan niat.

Dengan niat energi akan bekerja sesuai dengan simbol yang digunakan saat healing. Tentunya tingkatan ini memerlukan latihan praktek yang konsisten dalam memahami simbol yang dimaksud serta keyakinan tinggi dalam menggunakan simbol tadi. Semakin tinggi level praktisi Reiki simbol cukup diniatkan saja bekerja tanpa menggunakan gerakan tangan dalam melukis simbol di depan tubuh praktisi Reiki.

Dengan memahami kerja simbol ini bukan berarti praktisi reiki mengkultuskan simbol reiki. Simbol reiki hanya alat bantu saja dalam penyaluran reiki kepada pasien. Tak ubahnya kalau kita berkehendak pergi ke Bandung misalnya, kita bisa menggunakan sarana transportasi yang dapat membantu mencapai tujuan dengan cepat dengan naik bus, kereta api atau pesawat terbang dibandingkan bila kita berjalan kaki. Memang nanti juga sampai ke Bandung tapi memakan waktu lama untuk sampai tujuan. Nah dalam pembelajaran Reiki ini simbol mulai dipakai bilapraktisi sudah menduduki level 2 dan sudah sejauh mana mempraktekkan Reiki untuk mendapatkan kesehatan serta kebugaran tubuh pribadi dan tentu saja menyalurkan Reiki untuk orang lain baik jarak dekat atau jarak jauh.

TIGA SIMBOL UTAMA REIKI N-AQS 

1.      الم
(Alif laam miim)

Fungsinya:

  1. Menguatkan simbol lain
  2. Meningkatkan energi
  3. Melindungi orang / benda
  4. Membersihkan benda atau ruangan
  5. Membuka, membersihkan, dan mengaktifkan cakra
  6. ” The Light Switch” Memperbesar aliran energi reiki. Mengaktifkan dan memperbesar cakra. Melindungi benda / ruangan dari energi negatif. Meminimalkan efek samping obat

Praktek menggunakan simbol :


1. Meningkatkan energi

  • Hadapkan kedua telapak dengan jarak kira2 25 cm didepan pusar. Niatkan cakra jantung menggambar simbol Alif laam miim diantara kedua telapak tangan itu.
  • Afirmasikan: Alif laam miim 3X, tarik energi reiki sesuai simbol dan bentuk bola energi. Tunggu 1/2 mnt.
  • Kemudian dorong bola energi masuk cakra pusar, sambil afirmasikan: masuklah seutuhnya dalam cakra pusar saya, dantingkatkan energi saya/pasien jadi 3X lipat secara merata.

2. Melindungi orang atau benda

  • Lakukan prosedur menggambar simbol.
  • Setelah terbentuk bayangkan orang atau benda yang dilindungi berada dalam bola energi dan afirmasikan: bola energi ini sangat kuat, sehingg tidak ada kekuatan negatif yang bisa menembusnya. Dan bola ini akan bertahan selama 1 minggu.
  • Kekuatan bertahan bola itu, tergantung kekuatan anda.

3. Membersihkan benda

  • Lakukan prosedur menggambar simbol. Cuma sekarang dilakukan diatas benda yg akan dibersihkan, kira2 10 cm.
  • Kemudian dorong bola ke target dan afirmasikan: masuklah dlm benda ini, bersihkan dan penuhi dengan energi reiki.

3. Menguatkan simbol lain

  • Digambar setelah simbol lain digambar dan diberi perintah.
  • Afirmasinya: perkuatlah kerja simbol….., mis: Ya Siin.

2.   يس
(Yaa siin)

Fungsinya :

  1. Membersihkan energi negatif
  2. Membersihkan ruangan / benda dari energi negatif
  3. Menetralkan emosi, menormalkan tekanan darah dan menghilangkan panas dalam. Menyembuhkan kasus ketergantungan obat (kecanduan)

Praktek menggunakan simbol :

Membersihkan energi negatif

  • Lakukan prosedur menggambar simbol diatas bagian yang sakit.
  • Kemudian dorong masuk bola energi, dan niatkan agar membersihkan energi negatif dibagian tsb.

3.   كهيعص
(Kaf Ha Ya Ain Shad)

Fungsinya:

  • Jembatan energi untuk pengiriman energi jarak jauh
  • Penghancur kekuatan Jin dan Khodam.

Praktek menggunakan simbol :

Jembatan energi untuk pengiriman energi jarak jauh

  • Lakukan prosedur gambar simbol, kali ini didepan dada.
  • Afirmasikan: semua energi dan simbol yang dikirim akan diterima: si A/semua pasien yang ada pada daftar (kalau pasien banyak bikin daftar). Pada saat ini/1jam yang lalu/2jam lagi. Dan simbol akan bekerja setelah pasien siap menerima energi.
  • Lalu lepas tangan sebentar. Ulangi prosedur menggambar simbol Alif Lam Mim.
  • Setelah bola terbentuk, afirmasikan: perkuat kerja simbol (Kaf Ha Ya Ain Shad) agar masing-masing pasien menerima energi 100% utuh. Kemudian lakukan healing seakan pasien ada didepan anda.

Lihat & Pelajari Juga Aplikasi Simbol Rei Ki dalam Traditional Usui Rei Ki, Klik Di sini…….

Ditulis dalam REIKI NAQS LEVEL 2Tinggalkan sebuah Komentar »

Melatih Kepekaan Dan Ketajaman Matahati

November 27, 2010 — Mas Eddy Sugianto

Hati yang peka dan tajam adalah indikator kedekatan kepada Allah SWT. Maksud peka di sini adalah kita selalu mengaitkan dengan kehadiran Sang Maha Pencipta alam semesta di dalam setiap gerak langkah kita. Dengan selalu menghadirkan eksistensi-Nya, kita berharap Dia selalu membisikkan solusi apapapun kebaikan menurut cara-Nya.

Apakah sobat menginginkan kepekaan mata hati sehingga semua persoalan hidup bukanlah lagi menjadi hal berat bagi sobat? Hidup menjadi terarah dan sobat selalu mendapat bimbingannya setiap detik setiap saat. Rezeki dan keberkahan dunia akherat, demi Allah, akan diraih.

Caranya sangat mudah, sobat. Amalkan dan praktekan rahasia, yang saya ambil dari bukunya masterpiece Ippho Santosa “7 keajaiban Rezeki”. Sebaiknya sobat membaca buku ini. Jika belum punya silahkan bisa pinjam ke teman yang sudah memiliki. Pembahasannya unik, mencerahkan dan isinya banyak yang tidak pernah saya pikirkan, penyampaiannya enak dan luarbiasasa, ada keistimewaan tersendiri.

Baiklah, intinya ada usaha lahiriah dan batiniah. Dalam hal ini saya bahas sisi batiniah, saya hanya menyebutkan poin-poin intinya saja, karena penjelasan dan manfaat dahsyat ada di bukunya.

Seperti dikutifdalam halaman 111, hingga sekitar pada tahap pertengahan buku saya baca, bisa disimpulkan bahwa inilah yang mesti sobat amalkan.

Pemberian
– sedekah

Shalat
– shalat dhuha
– shalat tahajjud
– shalat taubat

Sikap
– tawakkal
– syukur
– sabar
– husnudzon

Perkataan
– zikir
– isrigfar
– shalawat

Perbuatan
– berbakti kepada orang tua
– menikah
– memiliki keturunan
– berhaji
– berumrah
– silaturahim
– ikhtiar
– berdagang

Semua poin-poin di atas memiliki keajaiban yang dahsyat dan luarbiasa. Saya yakin poin-poin tersebut tidak pernah masuk dalam daftar rencana yang harus sobat lakukan (baik rencana tersebut sekedar tuilisan bahkan niat sekalipun). Sebaiknya mulai saat ini kita tulis besar-besar daftar tersebut, dan tentunya mari kita amalkan secara berjamaah.

 

Ditulis dalam A NAQS MethodeKultivasi N-AQSTinggalkan sebuah Komentar »

>Totok Jari Dan Reiki N-AQS

November 27, 2010 — Mas Eddy Sugianto

>

SEFT

Spiritual Emotional Freedom Technique

SEFT merupakan tehnik terapi yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai hambatan baik Emosi maupun Fisik, dengan melakukan sentuhan (Tapping / Totok Jari Ringan) pada titik-titik tertentu pada meridian tubuh.

Terapi ini adalah penggabungan dari 14 macam tehnik terapi, yaitu : Cognitive Therapy (NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy, Pscyoanalisa, EMDR, Self Hipnosis, Sugesty & Affirmation, Visualization, Gestalf Therapy, Meditation, Sedona Method, Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT), dan Powerfull Prayer (Spiritually).

Pendiri SEFT adalah Bp. Ahmad Faiz Zainuddin, Beliau mempelajari energy psychology oleh pakarnya yaitu : Steve Wells (Australia). Pendiri EFT adalah Gary Craig (California, USA).

Bp. Ahmad Faiz kemudian memasukkan unsur Spiritual (doa) di dalam EFT, sehingga menjadi S-EFT (Spiritual – Emotional Freedom Technique).

SEFT adalah metode baru dalam melakukan EFT. Saya melakukannya pertama kali dengan spontan, dan ternyata berhasil. Lalu saya mengulang nya berkali-kali dalam berbagai kasus, dan mempraktekkannya pada ratusan orang, ternyata hasilnya sangat bagus. Ketika orang-orang yang saya bantu saya tawari mengatasi masalahnya dengan EFT versi Gary Craig atau SEFT versi saya kebanyakan mereka lebih suka SEFT.

Bahkan ketika saya mengikuti pelatihan Energy Psychology lagi di Singapura untuk berguru pada Dr. John Hartung dan Dr. Joseph Guan, ada konselor dari Singapura, Ritta Haq dan Rodney Woulfe yang telah menggunakan EFT selama 3 tahun dalam praktik konseling nya, mengakui bahwa SEFT mereka rasakan lebih efektif dan powerful dibanding EFT versi original. Pengakuan yang sama juga diungkapkan Niale McLoughlin, seorang corporate trainer senior yang telah mempraktekkan energy psychology lebih dari 8 tahun (untuk komentar lengkapnya, silahkan bisa dibaca dibagian sambutan).

Mengapa SEFT lebih diminati dan lebih efektif? Awalnya saya tidak tahu penjelasan ilmiahnya, saya hanya tahu bahwa jika kita menghubungkan segala tindakan kita dengan Allah swt, maka kekuatannya akan berlipat ganda. Ternyata penjelasan ilmiah nya ada dalam penelitian Dr. Lary Dossey.

Larry Dossey MD.1, adalah seorang doktor ahli penyakit dalam yang melakukan penelitian ekstensif tentang efek doa terhadap kesembuhan pasien. Penelitian yang sempat mengguncang dunia kedokteran barat ini dijelaskan secara rinci dan meyakinkan dalam bukunya The Healing Words: The Power of Prayer and The Practice of Medicine. Inti pesan yang ingin disampaikan oleh doter Dossey adalah bahwa doa dan spiritualitas, terbukti dalam penelitian ilmiah, ternyata memiliki kekuatan yang sama besar dengan pengobatan dan pembedahan.

Bagi kita umat beragama, sudah menjadi sesuatu yang “take for grante” bahwa doa berperan sangat penting untuk penyembuhan, bahkan untuk pemecahan segala masalah hidup kita. Tetapi bagi masyarakat barat dan sebagian dari kita yang sangat “science minded”, penelitian Larry Dossey ini menjadi sangat penting artinya untuk memantapkan keyakinan bahwa kekuatan “doa atau spiritualitas” ternyata juga terbukti secara ilmiah.

Tekhnik SEFT
Ada dua versi dalam melakukan SEFT. Yang pertama adalah versi lengkap yang akan segera saya jelaskan, dan yang kedua adalah versi ringkas (short-cut). Keduanya terdiri dari 3 langkah sederhana, perbedaannya hanya pada langkah ketiga (the Tapping). Pada versi singkat, langkah ketiga dilakukan hanya pada 9 titik, dan pada versi lengkap tapping dilakukan pada 18 titik. Sebaiknya anda kuasai dulu versi lengkap ini sebelum versi ringkasnya, agar anda mendapatkan hasil yang maksimal.

Versi lengkap maupun versi ringkas SEFT terdiri dari 3 tahap yaitu: The Set-Up, The Tune-in dan The Tapping.

Versi Lengkap SEFT

1. The Set-Up

“The Set-Up” bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. Langkah ini kita lakukan untuk menetralisir “Psychological reversal” atau “perlawanan psikologis” (biasanya berupa pikiran negatif spontan atau keyakinan bahwa sadar negatif).
Contoh Psychological Reversal ini diantaranya:
· Saya tidak bisa mencapai impian saya
· Saya tidak dapat bicara di depan publik dengan percaya diri
· Saya adalah korban pelecehan seksual yang malang
· Saya tidak bisa menghindari rasa bersalah yang terus menghantui hidup saya
· Saya marah dan kecewa pada istri/suami saya karena dia tidak seperti yang saya harapkan
· Saya kesal dengan anak-anak, karena mereka susah diatur
· Saya tidak bisa melepaskan diri dari kecanduan rokok
· Saya tidak termotivasi untuk belajar, saya pemalas
· Saya tidak mungkin bisa memenangkan pertandingan ini
· Saya menyerah, saya tidak mampu melakukannya.
· Saya… Saya… Saya…

Jika keyakinan atau pikiran negatif seperti contoh di atas terjadi, maka berdo’a dengan khusyu’, ikhlas dan pasrah: “Yaa Allah… meskipun saya _______ (keluhan anda), saya ikhlas, saya pasrah pada-Mu sepenuhnya”

Inilah obatnya: kata-kata di atas disebut The Set-Up Words, yaitu beberapa kata yang perlu anda ucapkan dengan penuh perasaan untuk menetralisir Psychological reversal (keyakinan dan pikiran negatif). Dalam bahasa religius, the set-up words adalah “doa kepasrahan” kita pada Allah swt. Bahwa apapun masalah dan rasa sakit yang kita alami saat ini, kita ikhlas menerimanya dan kita pasrahkan kesembuhan nya pada Allah swt.

“The Set-Up” sebenarnya terdiri dari 2 aktivitas, yang pertama adalah mengucapkan kalimat seperti di atas dengan penuh rasa khusyu’, ikhlas dan pasrah sebanyak 3 kali. Dan yang kedua adalah sambil mengucapkan dengan penuh perasaan, kita menekan dada kita , tepatnya di bagian “Sore Spot” (titik nyeri = daerah di sekitar dada atas yang jika ditekan terasa agak sakit) atau mengetuk dengan dua ujung jari di bagian “Karate Chop”. (lihat gb. 1 dan gb.2 di halaman 36)

Setelah menekan titik nyeri atau mengetuk karate chop sambil mengucapkan kalimat Set-Up seperti di atas, kita melanjutkan dengan langkah kedua, “the Tune-In”.

2. The Tune-In

Untuk masalah fisik, kita melakukan tune-in dengan cara merasakan rasa sakit yang kita alami, lalu mengarahkan pikiran kita ke tempat rasa sakit dan sambil terus melakukan 2 hal tersebut, hati dan mulut kita mengatakan, “saya ikhlas, saya pasrah… yaa Allah..”

Untuk masalah emosi, kita melakukan “Tune-In” dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negatif yang ingin kita hilangkan. Ketika terjadi reaksi negatif (marah, sedih, takut, dsb.) hati dan mulut kita mengatakan, Yaa Allah.. saya ikhlas…. Saya pasrah…

Bersamaan dengan Tune-In ini kita melakukan langkah ke 3 (Tapping). Pada proses inilah (Tune-In yang dibarengi tapping) kita menetralisir emosi negatif atau rasa sakit fisik.

3. The Tapping

Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita sambil terus Tune-In. titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari “The Major Energy Meridians”, yang jika kita ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali.

Berikut adalah titik-titik tersebut:

  1. Cr = Crown,Pada titik dibagian atas kepala
  2. EB = Eye Brow,Pada titik permulaan alis mata
  3. SE = Side of the Eye Di atas tulang disamping mata
  4. UE = Under the Eye 2 cm dibawah kelopak mata
  5. UN = Under the Nose,Tepat dibawah hidung
  6. Ch = Chin,Di antara dagu dan bagian bawah bibir
  7. CB = Collar Bone,Di ujung tempat bertemunya tulang dada, collar bone dan tulang rusuk pertama
  8. UA = Under the Arm,Di bawah ketiak sejajar dengan putting susu (pria) atau tepat di bagian tengah tali bra (wanita)
  9. BN = Bellow Nipple2,5 cm di bawah putting susu (pria) atau di perbatasan antara tulang dada dan bagian bahwa payudara
  10. IH = Inside of Hand,Di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan
  11. OH = Outside of Hand,Di bagian luar tangan yang berbatasan dengan telapak tangan
  12. Th = Thumb, Ibu jari disamping luar bagian bawah kuku
  13. IF = Index Finger,Jari telunjuk di samping luar bagian bawah kuku (dibagian yang menghadap ibu jari)
  14. MF = Middle Finger, Jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
  15. RF = Ring Finger,Jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
  16. BF = Baby Finger, Di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
  17. KC = Karate Chop,Di samping telapak tangan, bagian yang kita gunakan untuk mematahkan balok saat karate
  18. GS = Gamut Spot,Di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking

Kalimat Set-Up Sapu Jagat ini dapat digunakan bagi klien yang memiliki kelainan jiwa, dan praktisi seft tidak mengetahui atau sulit mengidentifikasi masalah/gangguan yang dialami klien.

Lakukanlah proses set-up, tapping, dan buang nafas dalam satu putaran, sehingga total menjadi 7 kali putaran. Untuk nomor 1 s/d 4 boleh tidak berurutan (jika anda lupa), selanjutnya 5, 6, dan 7 secara berurutan.

Kalimat set-up nya sebagai berikut :

1. Ya Tuhan, walaupun saya MARAH terhadap HIDUP saya, saya IKHLAS menerima MARAH saya ini dan menyerahkan sepenuhnya KESEMBUHAN saya hanya kepada-MU.
2. Ya Tuhan, walaupun saya KECEWA terhadap HIDUP saya, saya IKHLAS menerima KECEWA saya ini dan menyerahkan sepenuhnya KESEMBUHAN saya hanya kepada-MU.
3. Ya Tuhan, walaupun saya TAKUT terhadap HIDUP saya, saya IKHLAS menerima TAKUT saya ini dan menyerahkan sepenuhnya KESEMBUHAN saya hanya kepada-MU.
4. Ya Tuhan, walaupun saya SEDIH terhadap HIDUP saya, saya IKHLAS menerima SEDIH saya ini dan menyerahkan sepenuhnya KESEMBUHAN saya hanya kepada-MU.
5. Ya Tuhan, walaupun saya TIDAK BISA IKHLAS terhadap HIDUP saya, saya PASRAHKAN sepenuhnya KESEMBUHAN saya hanya kepada-MU.
6. Ya Tuhan, walaupun saya TIDAK BISA PASRAH terhadap HIDUP saya, saya IKHLASKAN sepenuhnya KESEMBUHAN saya hanya kepada-MU.
7. Ya Tuhan, walaupun HIDUP saya TIDAK BAHAGIA, saya TETAP IKHLAS menerima HIDUP ini dan menyerahkan sepenuhnya KEBAHAGIAN HIDUP saya hanya kepada-MU.

Kalimat set-up Sapu Jagat ini pernah diujicoba kepada klien yang memiliki kelainan jiwa, dalam satu kali putaran (7 set-up) sudah menampakkan hasil. Klien sudah mau mandi(merawat dirinya) dan makan dalam porsi yang normal.

TERAPI SEFT itu kuncinya Ikhlas dan Pasrah ya?..”, tentu saya jawab Ya! Benar..Bos.

Versi Singkat SEFT


Dalam melakukan praktek SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) ada Sembilan Titik Tapping secara singkat dari semua Titik Tapping secara keseluruhan (lengkapnya 18 titik).

Langkah Pertama : Afirmasikan Kalimat Set-Up Sambil menekan dibagian “Sore Spot” (letak Sore Spot adalah di Kanan/Kiri Dada, warna ungu pada gambar) Misal : “Ya Tuhan walaupun saya sakit kepala (sesuaikan dengan sakit atau masalah anda), saya menerima sakit ini, Saya Ikhlas dan Pasrah atas kesembuhan saya hanya kepada-MU” (lakukan dengan Konsentrasi/Khusyu’)

Langkah Ke-dua : Merasakan Sakit atau Masalahnya (Tune In), Tarik Nafas dan rasakan pada letak/posisi Sakitnya/Masalah anda.

Langkah ke Tiga : Melakukan Ketukan Ringan pada Titik Meridian Tubuh sambil mengafirmasikan Doa dan merasakanan sakitnya. Pada setiap melakukan totokan afirmasikan/ucapkan : “Ya Tuhan saya Ikhlas, saya Pasrah.” (jumlah totokan +/- 7 kali seperti mengiringi ucapan tersebut, lakukan minimal 2 kali ucapan)
Untuk memudahkan dalam melakukan totokan, mulailah dari titik pertama (seperti dalam gambar) yaitu Bagian Kepala terus kebagian bawahnya secara berurutan.

Langkah Terakhir : Setelah Totokan selesai, Tarik Nafas melalui hidung dimulai dari letak/lokasi sakitnya kemudian buang nafas melalui mulut (sambil membayangkan bahwa penyakit tersebut ikut keluar bersama keluarnya nafas) dan afirmasikan/ucapkan “Terima Kasih Tuhan/Alhamdulillah/Puji Tuhan” (sesuaikan dengan keyakinan anda).

Dianjurkan sebelum dan sesudah melakukan terapi ini, minumlah air secukupnya. Air dianggap sebagai media untuk melancarkan jalannya energi. Beberapa kasus ditemukan jika tidak minum air akan terjadi rasa haus/dehidrasi.

Demikianlah, sesi singkat (Sembilan Titik Tapping) dalam melakukan SEFT, semoga bisa diterapkan untuk anda dan keluarga.

Bagaimana cara menggabungkan SEFT dengan REIKI N-AQS .

Pertama, SEFT sebagai metode penyembuhan menggunakan tehnik totokan ringan pada titk titik meridian tubuh dengan dua hingga tiga jari (Jari Telunjuk, Tengah, dan Jari Manis) sedangkan pada REIKI N-AQS menggunakan Telapak Tangan atau Penggabungan 3 jari (Ibu Jari, Telunjuk, dan Jari tengah).

Penggunaan Tangan sebagai alat terapi dari kedua metode tersebut, dapat memungkinkan terjadinya penggabungan yang baik.

Kedua, SEFT dan REIKI N-AQS mempunyai Sikap dasar yang sama yaitu Ikhlas dan Pasrah.

Ketiga, Sebelum melakukan terapi SEFT kita harus terlebih dahulu melakukan konsentrasi untuk menyalurkan energy REIKI N-AQS dengan dua kemungkinan sebagai berikut :

1. SEFT dan REIKI N-AQS jalan bersama. Setelah telapak tangan terasa diliputi energy REIKI N-AQS, kita mengajak klien untuk mengafirmasikan kalimat SET-UP SEFT sesuai dengan keluhan Emosi/Fisik yang dialami klien sambil Anda menekan Sore Spot dengan tangan kanan, maka telapak tangan kiri anda “diletakkan di punggung atas” sambil menyalurkan energy REIKI N-AQS. Proses ini berlanjut hingga terapi seft berakhir. Kecuali, jika anda melanjutkan terapi seft hingga pergelangan tangan dan jari-jari maka Telapak Tangan Kiri yang berada di punggung bisa di lepaskan.

2. REIKI N-AQS dahulu baru kemudian SEFT. Sebelum anda melakukan terapi seft, sambil melakukan wawancara untuk mengetahui latar belakang emosi yang mengakibatkan keluhan fisiknya, pada tahap ini anda sudah mengetahui sakit fisik yang diderita klien, maka “Letakkan kedua telapak tangan” di tempat yang sakit dengan menyalurkan energy REIKI N-AQS. Sampai dirasa cukup oleh anda , maka lakukan proses terapi seft seperti biasanya.

Cara kedua dengan melakukan REIKI N-AQS lebih awal adalah bahwa penyaluran energi itu dimaksudkan untuk merangsang syaraf-syaraf yang bermasalah, berdasarkan pengalaman saya sinergi ini sangat baik.

3. Gabungan, Lakukan langkah SEFT hingga langkah Tapping kemudian dilanjutkan dengan penyaluran energi Reiki N-AQS.

Demikian, usulan penggabungan terapi SEFT dan REIKI N-AQS, semoga bermanfaat. (Nantikan ulasan REIKI N-AQS dengan metode terapi lainnya)

Ditulis dalam REIKI NAQS LEVEL 2Tinggalkan sebuah Komentar »

>Melatih Kepekaan Dan Ketajaman Matahati

November 26, 2010 — Mas Eddy Sugianto

>Hati yang peka dan tajam adalah indikator kedekatan kepada Allah SWT. Maksud peka di sini adalah kita selalu mengaitkan dengan kehadiran Sang Maha Pencipta alam semesta di dalam setiap gerak langkah kita. Dengan selalu menghadirkan eksistensi-Nya, kita berharap Dia selalu membisikkan solusi apapapun kebaikan menurut cara-Nya.

Apakah sobat menginginkan kepekaan mata hati sehingga semua persoalan hidup bukanlah lagi menjadi hal berat bagi sobat? Hidup menjadi terarah dan sobat selalu mendapat bimbingannya setiap detik setiap saat. Rezeki dan keberkahan dunia akherat, demi Allah, akan diraih.

Caranya sangat mudah, sobat. Amalkan dan praktekan rahasia, yang saya ambil dari bukunya masterpiece Ippho Santosa “7 keajaiban Rezeki”. Sebaiknya sobat membaca buku ini. Jika belum punya silahkan bisa pinjam ke teman yang sudah memiliki. Pembahasannya unik, mencerahkan dan isinya banyak yang tidak pernah saya pikirkan, penyampaiannya enak dan luarbiasasa, ada keistimewaan tersendiri.

Baiklah, intinya ada usaha lahiriah dan batiniah. Dalam hal ini saya bahas sisi batiniah, saya hanya menyebutkan poin-poin intinya saja, karena penjelasan dan manfaat dahsyat ada di bukunya.

Seperti dikutifdalam halaman 111, hingga sekitar pada tahap pertengahan buku saya baca, bisa disimpulkan bahwa inilah yang mesti sobat amalkan.

Pemberian
– sedekah

Shalat
– shalat dhuha
– shalat tahajjud
– shalat taubat

Sikap
– tawakkal
– syukur
– sabar
– husnudzon

Perkataan
– zikir
– isrigfar
– shalawat

Perbuatan
– berbakti kepada orang tua
– menikah
– memiliki keturunan
– berhaji
– berumrah
– silaturahim
– ikhtiar
– berdagang

Semua poin-poin di atas memiliki keajaiban yang dahsyat dan luarbiasa. Saya yakin poin-poin tersebut tidak pernah masuk dalam daftar rencana yang harus sobat lakukan (baik rencana tersebut sekedar tuilisan bahkan niat sekalipun). Sebaiknya mulai saat ini kita tulis besar-besar daftar tersebut, dan tentunya mari kita amalkan secara berjamaah.

Ditulis dalam A NAQS MethodeKultivasi N-AQSTinggalkan sebuah Komentar »

>Melatih Kepeka’an

November 26, 2010 — Mas Eddy Sugianto

>Latihan kepekaan pada prinsipnya adalah untuk membiasakan diri merasakan, memperhatikan dan menganalisis diri sendiri, mau pun lingkungan serta perubahan-perubahan (feed back) yang terjadi. Hal ini sekaligus meningkatkan / mengaktifkan sensor penerimaan dan pemancaran energi dengan benar secara obyektif dari praktisi. Secara ringkas latihan kepekaan ini bertujuan mengaktifkan secara nyata kemampuan praktisi sebagai receiver mau pun transmitter suatu medan atau gelombang energi ( energi alam atau personal dll.)

Sebagai praktisi Reiki minimal kita dituntut untuk memiliki kepekaan (dasar), yaitu mampu merasakan medan atau gelombang energi, baik yang datang dari Ilahi/Semesta mau pun dari tubuh/obyek lainnya. Karena selama ini banyak sekali pernyataan dan pertanyaan dari praktisi, kenapa saya tidak dapat merasakan sensasi apa-apa, biar pun sudah menerima attunement tingkat Master sekali pun ?

Tujuan artikel pendek ini adalah untuk menjawab masalah sensitivitas tersebut. Karena biar pun energi / reiki tetap berjalan dan masuk ke obyek tanpa kita perlu merasakannya, akan lebih baik lagi jika kita mampu merasakan/memonitor keluar masuknya energi ybs. Akan lebih baik lagi jika kelak setelah peka dan chakra Ajna sudah aktif, maka diharapkan praktisi juga mampu tidak hanya merasakan tapi juga “melihat” warna energi tsb.

Latihan ini amat mudah diikuti oleh siapa pun baik yang belum menjadi praktisi reiki atau pun yang sudah belajar reiki. Jadi apa pun profesi Anda kesempatan belajar mengenal energi tetap terbuka dan mudah dipelajari.

Kita semua tahu bahwa telapak tangan dan ujung jari-jari merupakan bagian tubuh yang amat peka. Misal Anda menyentuh api maka tangan akan terbakar dan ada rasa panas di tangan atau jari-jari. Sebaliknya bila menyentuh sebongkah es maka tangan dan jari-jari merasa dingin dan terasa membeku.Sensasi kedua rasa tadi karena adanya energi eterik di tangan Anda dan dengan mudah dapat dirasakan pada telapak tangan dan ujung jari-jari.

Apakah kepekaan telapak tangan dan ujung jari-jari hanya milik praktisi reiki yang memang sudah peka sekali setiap kali menyalurkan energi reiki?

Tidak sahabatku…justru kali ini kami ingin mengajak Anda berlatih menajamkan kepekaan kedua telapak tangan dan ujung jari-jari agar Anda juga bisa merasakan sensasi energi eterik sekalipun bukan praktisi reiki.

Latihan Dasar 1 :

Duduk bersila dan berdoa memohon lindungan & bimbingan Tuhan YME. Rileksasikan seluruh tubuh. Lalu goyang atau kibas-kibaskan kedua telapak tangan Anda perlahan-lahan agar menjadi lemas. Tetap santai dan jangan konsentrasi.

Lalu tekan dengan telunjuk tangan kanan titik tengah telapak tangan kiri seraya membuat gerakan memutar sekitar 10 detik-15 detik. Lakukan hal sama untuk telapak tangan kanan dengan telunjuk tangan kiri. Bila kedua telapak tangan tadi sudah diputar dengan telunjuk tangan kanan dan kiri segera buka kedua telapak tangan dan tempatkan secara berhadapan-hadapan. Ingat Anda harus tetap santai.

Tahan sebentar posisi kedua telapak tangan berhadap-hadapan ini dan rasakan ada sesuatu memancar dari titik tengah telapak tangan Anda. Ya titik tengah telapak tangan Anda adalah tempat chakra telapak tangan. Kendatipun Anda bukan praktisi reiki getaran universal telapak tangan tetap terasa sekalipun lemah sekali.

Pelan-pelan jauhkan kedua telapak tangan hingga berjarak sekitar selebar badan Anda lalu dekatkan kembali kedua telapak tangan dengan perlahan-lahan dan saya mohon Anda tetap santai. Ketika kedua telapak tangan tadi berhadapan di satu posisi akan merasa kedua telapak tangan menyentuh sebuah dinding tipis yang tidak terlihat.Jauhkan sedikit kedua telapak tangan sekitar 5 cm dari posisi semula.

Nah Anda akan kembali merasakan adanya tekanan antara kedua telapak tangan ini lalu dekatkan kembali. Rasakan…seakan-akan Anda kembali menyentuh benda padat layaknya bola atau buah jeruk Bali yang manis. Nah tekanan yang Anda rasakan di tempat ini karena adanya aura dari kedua telapak tangan yang bertemu saling berhadapan.

Bila Anda ingin mendekatkan kedua telapak tangan, saya persilakan…tidak usah malu. Bila Anda peka akan terasa kedua telapak tangan mengalir energi halus karena kedua telapak tangan tadi saling berhadapan dan menembus aura milik Anda. Nah getaran seperti arus atau getaran halus ini adalah pancaran energi dari tubuh Anda sendiri.

Berlatihlah sesering mungkin agar kepekaan telapak dan jari-jari Anda semakin terasah. Tidak usah kecewa dan putus asa bila dalam latihan ini Anda tidak merasakan sensasi apa-apa. Yang penting kurang peka bukan berarti Anda tidak berbakat. Tetap berlatih setiap hari dan lama kelamaan Anda akan merasakan sensasi energi yang memancar keluar dari kedua telapak tangan. Anda tetap mempunyai energi dan aura, sebab Anda masih hidup. Lain halnya bila Anda menjadi praktisi reiki maka dengan mempraktekkan reiki setiap harinya kepekaan akan adanya energi akan cepat terasah. Selamat berlatih.

Latihan Dasar 2 (Berpasangan ) :

1. Prosedur sama seperti Latihan Dasar 1, hanya waktunya dipersingkat

2. Cari teman dan duduk bersila/berdiri berhadapan jarak 1 meter, masing-masing menjulurkan kedua telapak tangannya ke depan. Gantian mengirimkan energi ke pasangan masing-masing, jika sudah mampu merasakan sekarang kirimkan energi hanya ke salah satu telapak tangan (tapi jangan diberi tahu ke pasangan anda). Setelah energi terkirim tanyakan ke pasangan anda, tangan mana yang diberi energi. Kalau jawaban sudah betul 90% saja, maka kemampuan obyektif anda dalam menerima dan merasakan energi sudah lumayan.

3. Jika poin 2 sudah mahir, sekarang untuk meningkatkan obyektifitas anda merubah posisi duduk/berdiri dengan membelakangi pasangan anda. Sebaiknya telapak tangan dalam keadaan terbuka, lalu pasangan yang di belakang mengirimkan energi kali ini tidak perlu dengan menjulurkan telapak tangan, namun cukup dengan niat saja, beri instruksi atau visualisasi dengan pikiran, misal : energi ini saya kirim ke telapak tangan kiri si A. Lakukan bergantian dan berulang kali sampai mencapai ketepatan 90%.

4. Jika poin 3 sudah mahir, sekarang lakukan dari jarak jauh – tentu saja dengan perjanjian dulu- misalnya jam 10 malam nanti anda dan pasangan akan saling mengirimkan energi dan jangan lupa untuk dicatat hasilnya sebagai bahan evaluasi. Karena sekarang telepon sudah memasyarakat, latihan juga dapat dengan saling menelepon di mana saat masih memegang telepon anda dan pasangan anda saling mengirimkan energi dst.

Latihan Dasar 1 & 2 di atas jika rajin dilatih biasanya 2 minggu sudah akan terasa hasilnya, dan tentu saja ini akan sangat membantu dalam melakukan Healing kepada sesama.

DETEKSI & PENYALURAN ENERGI

Mendeteksi penyakit phisik/psikis atau mendeteksi suatu obyek benda apakah memiliki getaran positif/negatif.

Caranya dengan menyalurkan energi ke telapak tangan saat penghembusan nafas, jika telapak tangan terasa hangat atau seperti kesemutan berarti sudah “on” . Lalu arahkan telapak tangan ke obyek (benda/tubuh) untuk merasakan getaran obyek.

Jika telapak tangan terasa terdorong/hangat biasanya obyek tersebut memiliki gelombang energi yang besar atau bisa juga terdapat sumbatan di bagian tubuh tersebut.

Sebaliknya jika telapak tangan tersedot/dingin, maka obyek terdapat kebocoran energi/lemah.

Jika obyek tidak terasa apa pun atau datar/sama getarannya secara keseluruhan biasanya obyek tidak memiliki gelombang energi atau kosong. Untuk tubuh yang getarannya datar artinya tubuh dalam keadaan normal/sehat.

Supaya mantap saat penyaluran energi juga ditambah affirmasi, misalnya :
1. “ Bersihkan ruangan/badan si A dari energi negatif apapun bentuknya “
2. “Salurkan energi secara merata ke seluruh obyek/tubuh baik di bagian depan dan belakang tubuh dari ujung jari kaki sampai ke ubun-ubum”

Affirmasi bebas asalkan selaras dengan hukum alam/Ilahiah jadi kreatifitas praktisi diharapkan di dalam mengaplikasi energi.

Ditulis dalam A NAQS MethodeIndera Ke_EnamReiki N-AQSTinggalkan sebuah Komentar »

Hakikat Kultivasi Nafsu dan Ruh

November 25, 2010 — Mas Eddy Sugianto

Struktur manusia adalah struktur berbagai alam dan bagian-bagiannya. Tentu saja hal ini tidak dalam bentuk penampakannya, tapi lebih pada unsur-unsur penyusunnya, inter relasinya, dan mekanisme hukum yang berlaku di dalamnya dimana alam yang dimaksud tidak hanya meliputi alam fisik inderawi tapi juga alam-alam atas (alamul a’laa), termasuk alam malaikat. Semua ini adalah kalam ilahi yang bertutur tentang Dia SWT yang berada di balik semuanya.

Sesungguhnya Allah menciptakan Adam menurut rupa-Nya” (HR. Bukhari dan Ahmad)

Untuk menjelaskan struktur insan yang kompleks ini maka Imam Al-Ghazali ra menggambarkan bahwa manusia itu adalah hewan yang mampu berpikir (hayyawan nathiq), maksudnya berjasmani seperti hewan, tapi juga mampu mencerap pengetahuan tentang Allah SWT sebagaimana malaikat. Perbedaan antara manusia dengan hewan adalah adanya tambahan unsur jiwa (an-nafs) yang membuat manusia mampu berpikir dan mewujudkan apa yang dipikirkannya (nathiq), baik dalam bentuk perkataan hingga perbuatan, sehingga bila saja binatang diberi jiwa (an-nafs) sebagaimana yang diberikan kepada manusia, tentu ia akan sanggup berpikir dan akhirnya mukallafah.

Struktur makhluq yang seperti ini oleh Imam Al-Ghazali ra dibagi dalam tiga aspek: Jiwa (an-nafs), Ruh dan Jasmani (jism).

Jasmani manusia terbentuk dari berbagai komponen dan unsur yang sanggup ‘membawa’ dan mempertahankan ruh dan nafsnya, yang kemudian menjadi suatu tubuh berpostur yang memiliki wajah, dua tangan dan kaki, serta bisa tertawa. Unsur-unsur jasmani tersebut adalah unsur yang sama dengan unsur makrokosmos yaitu air, udara, api dan tanah. Hal ini terlihat dari proses penciptaan jasmani Nabi Adam as yang dilukiskan melalui tahapan ath-thiin dan shalshal di mana kedua jenis tanah liat tersebut merupakan hasil dari perubahan empat unsur tanah, air, udara dan api. Bagi anak-cucu Nabi Adam as, proses tersebut tidak transparan lagi karena jasmani bani adam terbentuk dalam rahim ibu melalui fase-fase nuthfah, ‘alaqah dan mudhghah. Meski begitu secara hakiki jasmani bani adam tetap berasal dari 4 unsur tersebut dan akan kembali ke bentuk unsur dasar itu.

Jika diperhatikan lebih jauh mekanisme kehidupan yang melibatkan bagian-bagian tubuh, maka akan ditemui persamaan dengan mekanisme serupa yang melibatkan bagian-bagian alam (makrokosmos). Hanya saja untuk memetakan persamaan ini dengan lengkap dan rinci, andai pun kita diberi usia yang cukup panjang sampai berabad-abad, tidak akan tuntas untuk menguraikannya. Oleh karenanya kita diminta untuk berusaha mencoba sendiri meneliti apa yang kita saksikan, tentu maka akan menemukan persamaan makrokosmos dengan mikrokosmos diri kita.

Kemudian adanya ruh membuat manusia mirip dengan hewan karena ruh yang dimaksud di sini adalah ruh yang juga dimiliki oleh hewan, yaitu ruh hewani. Dalam Al-Qur’an dikenal dengan istilah nafakh ruh (Ruh Jasmani). Ruh hewani ini adalah sesuatu yang bertempat, sehingga eksistensinya bisa dideteksi oleh ilmu kedokteran. Ia berjalan (mengalir) di seluruh anggota tubuh, pembuluh darah , urat nadi dan syaraf. Kehadirannya di suatu anggota tubuh, membuat bagian tubuh tersebut menjadi hidup. Apakah itu berwujud gerakan, sentuhan, menatap, mendengar, dan sebagainya. Ibaratnya seperti pelita yang beredar menelusuri suatu tempat yang penuh dengan lorong-lorong; tempat tersebut adalah ibarat tubuh. Bagian-bagian tubuh yang diibaratkan dengan lorong-lorong akan hidup ketika cahaya pelita menerangi lorong tersebut.Cahaya pelita itulah ibarat dari ruh hewani yang mengalir dan beredar di seluruh tubuh. Ruh tersebut tidak memberi petunjuk pada pengetahuan. Ia tak lebih daripada perangkat unik yang bisa mematikan badan, di mana misi Rasulullah Saw bukan ditujukan pada ruh tersebut. Ruh inipun bukanlah Ruh Amr yang dimaksud di Al-Israa’ [17]: 85.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ar-Ruh. Katakanlah: Ar-Ruh itu berasal dari Amr Rabbku, dan tidaklah engkau diberi pengetahuan tentang itu melainkan sedikit. (Al-Israa’ [17]: 85)

Sehingga bisa dikatakan bahwa Imam Al-Ghazali meluruskan pemahaman sebagian umat Islam yang menyamakan makna Ar-Ruh dengan Nafakh Ruh (ruh hewani).

Ruh Jasmani
Nafakh Ruh /Ruh hewani/Ruh Indriawi adalah Hakikat Jiwa/Nafs dan Dzat Hidup

Ruh Jasmani merupakam cikal bakal kehidupan, artinya ruh jasmani inilah yang menyebabkan makhluk hidup dapat hidup. Ruh Jasmani adalah tingkatan lapis terluar dari Ruh yang berkaitan erat dengan diri jasmani manusia. Oleh karena itu bersifat materi (Aradh). Nafsu dan Ruh dalam perkembangannya mempunyai perkembangan yang sangat saling terkait namun tumbuh secara terpisah sendiri-sendiri.

Kekuatan jiwa (aradh) itu dibedakan menjadi dua, yaitu motorik (penggerak) dan kognitif. Sementara kognitif sendiri terbagi menjadi dua, yaitu luar dan dalam. Kognitif luar adalah seperti mendengar, melihat, membaui, meraba dan sebagainya. Adapun kognitif dalam terdiri dari tiga macam:

1. Imajinasi (khayaliyyah), yang bertugas merekam segala bentuk yang pernah ditangkap oleh indera.

2. Fantasi (wahmiyyah), yang mampu memahami berbagai makna (pengertian). Kekuatan ini akan merekam pengertian (makna) dari segala bentuk yang direkam oleh khayaliyyah.

3. Pikiran (fikriyyah), yang berfungsi menyusun beberapa bentuk, antara yang satu dengan yang lainnya.

Dari gambar tersebut terlihat bahwa kognitif luar itu melekat pada panca indera dan kognitif dalam itu melekat pada dimagh (otak). Yang menarik ternyata hampir semua kekuatan (aradh) tersebut juga dimiliki oleh binatang karena kambingpun bisa langsung mengerti bahwa anjing hutan adalah musuhnya, maka ia segera melarikan diri. Artinya hewanpun adalah makhluk yang berfikir. Karena itu jiwa (an-nafs) mestilah sesuatu yang derajatnya di atas kekuatan-kekuatan (aradh) tersebut, karena jiwa (an-nafs) merupakan pembeda antara manusia dan binatang yang perbandingannya sebagaimana dilukiskan pada gambar 1 di mana cahaya dengan sumbernya tetaplah sesuatu yang derajatnya berbeda.

Demikianlah, sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor pembeda manusia dengan binatang adalah pada zat jiwa itu sendiri, yaitu jiwa sebagai jauhar yang memiliki kemampuan untuk merespon atau memahami pengetahuan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Imam Al-Ghazali ra menyatakan bahwa jiwa jauhar ini bukanlah kekuatan-kekuatan tersebut, melainkan merupakan esensi yang sempurna dan tunggal yang tidak muncul selain dengan cara mengingat, menghapal, berpikir, membedakan dan mempertimbangkan sehingga dikatakan bahwa dialah yang menerima seluruh ilmu. Ia tidak bosan menerima gambaran-gambaran yang lepas dari materi. Semua bagian diri manusia berkhidmat kepada jauhar ini dan melaksanakan perintahnya.

Dalam hubungannya dengan jasad, jiwa jauhar ini (an-nafs) dikatakan memiliki dua jenis kekuatan, yaitu kekuatan yang bersifat amaliah (praktis) dan yang bersifat ilmiah. Adapun yang bersifat amaliah adalah kekuatan yang menjadi pusat penggerak manusia sehingga melahirkan karya dan cipta dalam wujud teknologi-teknologi manusia. Sementara yang bersifat ilmiah adalah yang mampu memahami materi ilmu-ilmu pengetahuan yang tidak ada bentuk dan bendanya, di mana ilmu pengetahuan tersebut merupakan masalah-masalah yang bersifat universal, abstrak dan hanya dapat dipahami oleh akal.

Dalam kaitannya dengan aspek amaliah dan ilmiah inilah maka jiwa jauhar ini disebut juga dengan jiwa berpikir (nafs nathiqah) karena makna nathiq di sini tidak hanya meliputi kekuatan berpikir (ilmiah), tapi sampai pada kekuatan untuk mewujudkannya dalam bentuk gerak dan perbuatan (amaliah). Al-Qur’an menamai nafs nathiqah sebagai suatu paduan antara jiwa yang tenteram (nafs muthmainnah) dengan ruh Amri. Karena itu Imam Al-Ghazali ra menyatakan bahwa nafs nathiqah adalah jauhar yang hidup, aktif dan rasional.

Tingkatan Jiwa

Jiwa itu sesungguhnya berlapis-lapis dan bertingkat, sehingga istilah jiwa sebenarnya digunakan untuk mewakili/menggambarkan banyak aspek. Bila istilah jiwa ditujukan pada jiwa yang menjadi jauhar manusia (an-nafs), maka binatang dapat dikatakan tak memiliki jiwa tersebut. Tapi bila derajat pemahaman tentang jiwa ini diturunkan, maka binatang pun sebenarnya memiliki jiwa. Bahkan tenaga gas dan segala sesuatu yang dapat berkembang (seperti tumbuhan) juga dikatakan memiliki jiwa. Hanya saja derajat jiwa yang mereka miliki tidak cukup untuk membuat mereka mukallafah. Karena itu dalam tulisan ini, ketika jiwa disebut dalam bentuk isim ma’rifah an-nafs, maka itu menunjuk kepada jiwa jauhar. Sedangkan ketika disebut dengan nafs saja, maka itu menunjukkan kepada jiwa dalam seluruh derajatnya (jiwa secara umum).

Untuk memahami masalah ini lebih jauh, harus dipahami bahwa jiwa itu tumbuh. Ia berproses dari suatu kekuatan (kemampuan, potensi) menuju bentuk perbuatan. Jiwa hewani (an-nafs al-hayawaniyyah) melekat pada kesempurnaan suatu tubuh (jism) secara alamiah dimana pada derajat tersebut pemilik jiwa memiliki kemampuan untuk dapat merasa dan bergerak sehingga dikatakan bahwa jiwa hewani adalah tingkatan pertama dari munculnya suatu perbuatan. Karena itulah binatang dan manusia sama-sama memiliki jiwa jenis ini.

Penggerak indera pada binatang adalah melalui daya fantasi, yang fungsinya sama dengan daya intelektual yang ada pada manusia. Seekor binatang akan berperilaku sesuai dengan perilaku yang dikendalikan daya fantasinya ketika melihat sesuatu yang berbahaya. Kalau melihat sesuatu yang berbahaya, ia akan segera menghindar, dan tidak terlalu salah bila dikatakan bahwa ia punya daya rekam yang mampu merekam citra.

Jiwa manusia sendiri memang memiliki dua sisi. Satu sisi menuju alam ruh (alam tinggi, alamu’ a’la) dan sisi lain menuju alam bawah (rendah, alam materi) di mana dia diperintah agar memelihara dua sisi yang saling berseberangan ini. Dari sisi yang menuju alam tinggi ia mirip dengan malaikat dalam berbagai keutamaan dan ketekunan beribadat kepada Tuhannya. Sedangkan sisi yang menuju alam bawah membuatnya mampu berinteraksi dengan alam bawah yang terformulasi dari unsur materi (alam khalq). Penguasaan jiwa terhadap alam materi tersebut adalah melalui tubuh fisik (jism).

Berbagai alam tersebut memiliki tuntutannya masing-masing, yang sering saling bertolak belakang. Inilah yang membuat jiwa manusia cenderung bingung dalam menjalani kehidupannya di dunia. Masing-masing ingin dipenuhi secara adil sesuai dengan hukum keadilan Tuhan. Karena itu agar manusia pada akhirnya tetap bisa cenderung pada sisi yang tinggi, maka Allah memperkuatnya dengan akal agar dapat menerima apa yang disampaikan dari para malaikat dan Rasul-Nya, di samping juga sanggup memahami apa yang dikehendaki Tuhannya. Inilah kebijakan Tuhan (hikmah Ilahiyyah) yang menjadikan manusia itu istimewa.

Dua sisi tersebut kemudian membuat jiwa (an-nafs) memiliki dua kekuatan dasar, yaitu amaliah dan ilmiah. Kekuatan amaliah terkait dengan sisi yang menuju alam bawah yang sebagian besar bersifat inderawi, sedang kekuatan ilmiah terkait dengan sisi yang menuju alam atas karena dari sisi inilah turunnya pengetahuan yang tak terbatas. Terkait dengan hal tersebut, jiwa hewani sesungguhnya adalah representasi jiwa pada sisi yang menghadap alam bawah di mana dengan jiwa hewani tersebut manusia dan binatang dapat menghasilkan dan mensistemkan suatu gerakan atau perbuatan. Hanya saja pada binatang, mereka bergerak dan berbuat tanpa pengetahuan tentang sisi bagian atas sehingga binatang tidak mengerti tentang apa yang menjadi dasar gerakan (perbuatan) mereka. Perbuatan dan karya cipta mereka sepenuhnya dilakukan atas dasar wahyu yang diterima dari Allah swt.

“Dan Rabbmu mewahyukan kepada seekor lebah: Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, di pohon, dan di tempat-tempat yang dibikin (manusia).” (An-Nahl [16]: 68)

Sementara manusia bergerak dan berbuat atas dasar pengetahuan yang didapatnya. Bila sisi jiwa yang menghadap alam atas mampu menerima pengetahuan-Nya, maka dia akan berbuat dan berkarya atas dasar ilmu-ilmu tinggi itu. Bila tidak, maka manusia juga akan tetap berbuat, tapi atas dasar ilmu-ilmu rendah (pengetahuan duniawi). Karena itu Al-Qur’an sering menyindir mereka yang tak memiliki pengetahuan tentang alam-alam atas sebagai tak ubahnya dengan binatang, bahkan lebih rendah dari itu. Mereka tidak mengenal malaikat dan Tuhan penciptanya, tapi sangat mengenal dunianya.

“Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka (mampu) mendengar atau menggunakan ‘aqlnya?. Mereka itu tiada lain bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesatlah jalan mereka.” (QS. Al-Furqan:44).

Manusia dikatakan lebih sesat dari binatang karena meski binatang tak memiliki pengetahuan tentang alam-alam atas namun binatang berada dalam ketaatan yang mutlak kepada Sang Penciptanya. Mereka mendengar, melihat dan mengetahui kehendak Allah SWT atas diri mereka. Mereka tak akan pernah bergerak kecuali atas dasar ilmu Allah SWT yang sudah tercatat dalam suatu kitab, di mana Dia tak akan keliru atau lupa. Sedangkan manusia yang tak berpengetahuan tentang alam-alam atas, maka mereka justru terputus dari ketaatan kepada kehendak Allah SWT karena dengan apa mereka memahami kehendak Allah SWT atas diri mereka? Kalaupun mereka membangun suatu ‘ketaatan’, maka itu adalah atas dasar persangkaan yang dibangun di bawah kendali hawa nafsu dan syahwat.

Tujuh tingkat nafsu menurut ahli tasawuf

1. Nafsul Amarah
2. Nafsul Lawwamah
3. Nafsul Mulhammah
4. Nafsul Muthmainnah
5. Nafsul Radhiah
6. Nafsul Mardhiyah
7. Nafsul Kamilah

KULTIVASI JIWA
Jiwa yang telah dimurnikan akan menjadi sebuah jiwa yang abadi dan tidak mati.

Janganlah engkau sekali-kali mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati: bahkan mereka itu hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki. (Ali ‘Imran [3]: 169)

Jati diri Ruh Indrawi yang berupa Inti Kehidupan (Dzat Hidup) inilah yang dikultivasikan dalam metode-metode kultivasi oleh agama bumi. Manusia yang telah mencapai kesempurnaan jiwa inilah yang disebut dengan avatar dan dewa. Jiwa mereka bersemayam di alam semesta pada level alam suci.

Di dalam dongeng-dongeng dari negeri tirai bambu sering diceritakan, bahwa hewan dan siluman sekalipun bila melatih metode kultivasi akan dapat mencapai kesempurnaan jiwa mereka menjadi berjiwa manusia yang hidup abadi.

Jati diri Ruh Indrawi inilah yang nantinya akan menempati surga-surga Allah di akherat nanti.

RUH QUDUS

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan Aku tiupkan di dalamnya ruh-Ku, maka tunduklah mereka kepada-Nya dengan bersujud.(Al-Hijr [15]: 29)

Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya dari Ruh-Nya, dan Dia menjadikan kalian (memiliki) pendengaran, bashiirah, dan fu’aad, tapi sedikit di antara kalian yang bersyukur. (As-Sajdah [32]: 9)

Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ar-Ruh. Katakanlah: Ar-Ruh itu berasal dari Amr Rabbku, dan tidaklah engkau diberi pengetahuan tentang itu melainkan sedikit. (Al-Israa’ [17]: 85)

Ruh Qudus inilah yang hakikat sifatnya berasal dari alam Ilahiah dan mempunya sifat-sifat keilahian.

Dalam kitab ‘Sirr al-Asrar’ yang berisi kumpulan ajaran Syaikh Abdul Qadir al-Jilani didapati keterangan bahwa pada awalnya manusia dicipta oleh Allah SWT di alam lâhût (alam dimensi ketuhanan). Manusia awal itu adalah manusia yang masih berwujud ruh (jiwa) yang sangat murni, yang disebut rûh al-quds.

Ruh al-Quds dicipta langsung oleh Allah SWT dan didalamnya terkandung disain serta program-program (rencana-rencana) Allah, juga sifat-sifat Allah, yang sifatnya sangat misterius (sirri). Maka Ruh al-Quds disebut juga Sirr (rahasia).

Allah SWT adalah cahaya (QS an-Nûr 24). Ruh al-Quds yang dicipta langsung oleh Sang Cahaya pun mengandung cahaya yang sangat murni, yang memiliki tingkat radiasi sangat tinggi.

Dalam kitab itu juga dikatakan bahwa alam memiliki lapis-lapis dimensional yang berbeda:

1. Alam Lâhût, alam dimensi ketuhanan.
2. Alam Jabarût, alam ilmu, ketentuan, rencana dan takdir.
3. Alam Malakût, alam para malaikat, alam ruh, alam enerji.
4. Alam Mulki, alam fisik, alam nyata.

Ketika Rûh al-Quds akan diturunkan dari alam lâhût ke alam jabarût ia dibalut lebih dulu dengan lapisan Ruh as-Shulthâny. Sebab kalau tidak, radiasi cahaya Ruh al-Quds yang sangat murni dan teramat kuat itu akan membakar semua yang ada di alam jabarut. Ruh as-Sulthany adalah mantel (hijâb) bagi Ruh al-Quds. Ruh as-Shulthany disebut juga dengan Fuâd.

Lalu Ruh al-Quds (Sirr) yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fu’ad) diturunkan ke alam level-3, yaitu alam malakût. Namun alam malakut lebih materialized daripada alam-alam sebelumnya, dan apa yang ada di dalamnya akan mudah terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds meskipun sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany. Oleh sebab itu sebelum diturunkan ke alam malakut, Ruh al-Quds yang sudah dengan Ruh as-Sulthany, dibalut lagi dengan Rûh ar-Rûhâny. Ruh lapis ketiga ini disebut juga Qalbu.

Selanjutnya Ruh al-Quds (Sirr), yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fuad) dan Ruh ar-Ruhaniyah (Qalbu), diturunkan lagi ke alam level-4 yaitu alam mulki. Inilah alam kosmik yang sekarang dapat kita lihat secara visual dengan mata kepala kita. Alam kosmik wujudnya sangat lahiriah dan dapat dikenali secara empirik (terukur). Namun radiasi cahaya Ruh al-Quds, meski sudah dibalut dengan dua lapis ruh lainnya, masih terlalu tinggi bagi alam ini. Apa yang ada di alam mulki dapat terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds. Untuk itu, sebelum diturunkan ke alam mulki, Ruh al-Quds dibalut lagi dengan lapis ke-3 yaitu Rûh al-Jismâny yang untuk mudahnya sering disebut dengan Rûh saja. Untuk lebih jelasnya lihatlah tabel berikut ini.

TABEL TINGKATAN RUH

Alam

Rûh

(Nafs)

Lâhût Rûh al-Quds Sirr
Jabarût Rûh as-Sulthany Fu’ad
Malakût Rûh ar-Rûhâny Qalbu
Mulki Rûh al-Jismâny Rûh

KULTIVASI RUH

Berbeda dengan perjalanan Nafsu/Jiwa, Ruh sebagai bagian dari pancaran sifat-sifat Tuhan akan berusaha untuk kembali pada asal dirinya yaitu Tuhan.

انا لله وانا اليه راجعون

“Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”

(Surah Al-Baqarah, ayat 156)

Lalu bagaimana perjalanan Ruh bisa dilakukan…?
Telah termaktub dalam dalil araftu rabbi bi rabbi bahwa kita hanya mengenal Dia dgn Dia. Maksudnya jika Tuhan tidak berkehendak kita mengenal-NYA maka kita pun tidak akan bisa mengenal-NYA. Dan, kita mengenal-NYA pun maka hanya melalui Dia (walaupun kita tidak mau tetapi semua telah kehendak-NYA).

“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya………….”. (QS. Al-Maaidah, ayat 15)

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).” ( QS. An Nisaa 4:174 )

Dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan…(Perjalanan Spiritual).( QS. Al Hadiid 57:28 )

Satu-satunya cara untuk bisa memperjalankan Ruhani kita di dalam evolusi spiritual hanyalah Cahaya Petunjuk yang datang dari Tuhan.

Pokok dari ajaran agama adalah mengajarkan kepada ummatnya tentang bagaimana berhubungan dengan Tuhan, cara mengenal-Nya dengan sebenar-benar kenal yang di istilahkan dengan makrifat, kemudian baru menyembah-Nya dengan benar pula. Apakah agama Islam, Kristen, Hindu dan lain-lain, semuanya mengajarkan ajaran pokok ini yaitu bagaimana seseorang bisa sampai kehadirat-Nya. Karena itu pula Allah SWT menurunkan para nabi/Rasul untuk menyampaikan metodologi cara berhubungan dengan-Nya, tidak cukup satu Nabi, Allah SWT menurunkan ribuan Nabi untuk meluruskan kembali jalan yang kadangkala terjadi penyimpangan seiring berjalannya waktu.

Nuurun alaa Nuurin Yahdillahu li Nuurihi mayya syau ~ Nur Muhammad adalah pancaran Nur Allah yang diberikan kepada Para Nabi mulai dari Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW, dititipkan dalam dada para Nabi dan Rasul sebagai conductor yang menyalurkan energi Ketuhanan Yang Maha Dasyat dan Maha Hebat. Dengan penyaluran yang sempurna itu pula yang membuat nabi Musa bisa membelah laut, Nabi Isa menghidupkan orang mati dan Para nabi menunjukkan mukjizatnya serta para wali menunjukkan kekeramatannya. Karena Nur Muhammad itu pula yang menyebabkan wajah Nabi Muhammad SAW tidak bisa diserupai oleh syetan.

Nurun ‘Ala Nuurin adalah ikatan spiritual yang sambung menyambung, rantai berantai sampai dengan rohani Rasulullah, karena pancaran yang terus menerus dan yang selalu disalurkan dari Nuurun alaa Nuurin Yahdillahu li Nuurihi mayya syau ~ “ Nur Illahi beriring dengan Nur Muhammad, yang diberikanNya pada orang-orang yang dikehendakiNya”

Hanya dengan energi Nuurun ‘Ala nuurin inilah Ruhani kita dapat memulai proses kultivasinya. Dengan getaran energi suci inilah diri kita juga akan digetarkan sehingga mencapai ambang energi kuantum. Yang dapat meningkatkan kualitas dan derajat Ruh kita hingga mencapai derajat Ruhul Qudus.

Itulah kenapa dikatakan bahwa manusia yang menempuh jalan ini seakan-akan tidak butuh surga, Karena memang yang menjadi tujuan utama perjalanan spiritual mereka memang bukan surga. Akan tetapi kepada Dzat yang menciptakan surga yaitu Allah SWT.

Inilah Evolusi Spiritual di dalam Metode Kultivasi yang di ajarkan dari jalur Nabi Muhammad SAW. Yaitu perjalanan kembali kepada Tuhannya.

KULTIVASI NAFSU DAN RUH

Dengan menggunakan energi Nuurun ‘ala nuurin ini siswa Majelis NAQS akan dapat mengkultivasikan Tubuh Jasmani, Jiwa, dan Ruhaninya.

Metode Reiki Energi Kultivasi N-AQS adalah metode yang holistik, sehingga dapat mengkultivasikan keseluruhan struktur manusiawi yang ada di dalam diri kita. Inilah yang membedakan metode NAQS dengan Metode Kultivasi yang lain.

Metode kultivasi NAQS selalu menjadikan Tuhan sebagai titik sentral dan fokus dari fikiran, perbuatan, dan ucapan. Sedangkan metode kultivasi yang lain selalu menekankan alam semesta sebagai sentral dan topik pembicaraan. Metode NAQS membicarakan Tuhan sebagai sebuah identitas yang personal tanpa perlu mengait-ngaitkannya dengan alam semesta, sedang metode yang lain selalu mencari jawab tentang Tuhan dari alam semesta. Alam semesta bagi kita adalah tempat kita berkarya sebagai wujud bakti kita kepada Tuhan dalam konsep Pengabdian kepada Tuhan (Hamba Tuhan). Dan sebagai wujud ekspresi dan aktualisasi diri sebagai Khalifatullah Fil Ardh.

Kesimpulannya :

Ada dua potensi ruhaniah dalam diri kita, yaitu :
1. Ruh Insaniah/Nafsu/dzat hidup.
Potensi Ruh ini dapat diolah dg meditasi kultivasi oleh aliran manapun. Pencapaian kultivasi ini ada batasnya. Yaitu ketika telah mencapai Kesempurnaan jiwanya (NAFS).

2. Ruh Qudus / Ruh Ruhaniah dari Tuhan.
Potensi Ruh Qudus ini baru dapat di olah bila telah diberi Nur dari Tuhan, Nur inilah yg di bawa oleh para Nabi & Rasul. Setelah Nur ini ditanam, barulah metode kultivasi yg dilakukan bisa memproses potensi ini. Ketika bibit Nur ini telah bertunas dan hidup. Dia akan hidup abadi, karena hakikatnya memang datang dari Dia Yang Maha Hidup dan Maha Abadi.

Jadi Potensi Ruh Qudus ini tidak akan berkembang bila belum di pasangkan dengan Nur Ilahiah ini. Dan Proses Kultivasi Ruh ini tiada batasnya, berlangsung terus menerus hingga akhir hayat kita. Karena yang dituju adalah Dzat yang tidak terbatas, sedangkan hakikat diri kita adalah terbatas. Itulah kenapa dikisahkan bahwa nabi Muhammad yang sudah dijamin masuk Surga oleh Allah SWT, masih suka beristighfar setiap harinya.

Mengingat ini adalah sebuah perjalanan panjang, maka perlu dijaga keseimbangan dalam hidupnya. Janganlah meneggelamkan diri dalam kesibukan spiritual hingga melupakan urusan duniawinya. Karena hakikatnya Tak ada orang yg mampu bertahan di satu sisi utk waktu yg lama. Ketika dia telah mencapai titik jenuhnya, dia akan berayun ke arah kebalikannya. Bagaikan gerak bandul jam, begitulah dia adanya. Bergerak antara dua kutub ukhrawi dan duniawi. Langit dan bumi.

Oleh karena itu ketika kejenuhan datang menerpamu, dan disiplinmu menjadi kendor.
Itu tdk mengapa sahabat..
Ikuti aja arus..
System NAQS bila sudah jadi, dan manunggal dg dirimu. Akan bersifat auto generated. Dia akan tetap hadir menjagamu, di saat apapun. Dan jika tiba saatnya, kau akan dibangkitkan dari tidur hibernasimu. Fenomena ini juga terjadi pada mereka yg hidupnya berkutat pada kehidupan dunia. Dia nanti akan sampai pada titik jenuh, dan rindu dg Tuhannya.

Metode yang bisa mengkultivasikan Ruh secara otomatis juga bisa mengkultivasikan Jiwa, sedangkan metode yang hanya bisa mengkultivasikan jiwa belum tentu mampu mengkultivasikan Ruhnya.

 

Ditulis dalam A NAQS MethodeEVOLUSI KESADARAN SPIRITUALKultivasi N-AQSTinggalkan sebuah Komentar »

>Hakikat Kultivasi Nafsu dan Ruh

November 25, 2010 — Mas Eddy Sugianto

>Struktur manusia adalah struktur berbagai alam dan bagian-bagiannya. Tentu saja hal ini tidak dalam bentuk penampakannya, tapi lebih pada unsur-unsur penyusunnya, inter relasinya, dan mekanisme hukum yang berlaku di dalamnya dimana alam yang dimaksud tidak hanya meliputi alam fisik inderawi tapi juga alam-alam atas (alamul a’laa), termasuk alam malaikat. Semua ini adalah kalam ilahi yang bertutur tentang Dia SWT yang berada di balik semuanya.

Sesungguhnya Allah menciptakan Adam menurut rupa-Nya” (HR. Bukhari dan Ahmad)

Untuk menjelaskan struktur insan yang kompleks ini maka Imam Al-Ghazali ra menggambarkan bahwa manusia itu adalah hewan yang mampu berpikir (hayyawan nathiq), maksudnya berjasmani seperti hewan, tapi juga mampu mencerap pengetahuan tentang Allah SWT sebagaimana malaikat. Perbedaan antara manusia dengan hewan adalah adanya tambahan unsur jiwa (an-nafs) yang membuat manusia mampu berpikir dan mewujudkan apa yang dipikirkannya (nathiq), baik dalam bentuk perkataan hingga perbuatan, sehingga bila saja binatang diberi jiwa (an-nafs) sebagaimana yang diberikan kepada manusia, tentu ia akan sanggup berpikir dan akhirnya mukallafah.

Struktur makhluq yang seperti ini oleh Imam Al-Ghazali ra dibagi dalam tiga aspek: Jiwa (an-nafs), Ruh dan Jasmani (jism).

Jasmani manusia terbentuk dari berbagai komponen dan unsur yang sanggup ‘membawa’ dan mempertahankan ruh dan nafsnya, yang kemudian menjadi suatu tubuh berpostur yang memiliki wajah, dua tangan dan kaki, serta bisa tertawa. Unsur-unsur jasmani tersebut adalah unsur yang sama dengan unsur makrokosmos yaitu air, udara, api dan tanah. Hal ini terlihat dari proses penciptaan jasmani Nabi Adam as yang dilukiskan melalui tahapan ath-thiin dan shalshal di mana kedua jenis tanah liat tersebut merupakan hasil dari perubahan empat unsur tanah, air, udara dan api. Bagi anak-cucu Nabi Adam as, proses tersebut tidak transparan lagi karena jasmani bani adam terbentuk dalam rahim ibu melalui fase-fase nuthfah, ‘alaqah dan mudhghah. Meski begitu secara hakiki jasmani bani adam tetap berasal dari 4 unsur tersebut dan akan kembali ke bentuk unsur dasar itu.

Jika diperhatikan lebih jauh mekanisme kehidupan yang melibatkan bagian-bagian tubuh, maka akan ditemui persamaan dengan mekanisme serupa yang melibatkan bagian-bagian alam (makrokosmos). Hanya saja untuk memetakan persamaan ini dengan lengkap dan rinci, andai pun kita diberi usia yang cukup panjang sampai berabad-abad, tidak akan tuntas untuk menguraikannya. Oleh karenanya kita diminta untuk berusaha mencoba sendiri meneliti apa yang kita saksikan, tentu maka akan menemukan persamaan makrokosmos dengan mikrokosmos diri kita.

Kemudian adanya ruh membuat manusia mirip dengan hewan karena ruh yang dimaksud di sini adalah ruh yang juga dimiliki oleh hewan, yaitu ruh hewani. Dalam Al-Qur’an dikenal dengan istilah nafakh ruh (Ruh Jasmani). Ruh hewani ini adalah sesuatu yang bertempat, sehingga eksistensinya bisa dideteksi oleh ilmu kedokteran. Ia berjalan (mengalir) di seluruh anggota tubuh, pembuluh darah , urat nadi dan syaraf. Kehadirannya di suatu anggota tubuh, membuat bagian tubuh tersebut menjadi hidup. Apakah itu berwujud gerakan, sentuhan, menatap, mendengar, dan sebagainya. Ibaratnya seperti pelita yang beredar menelusuri suatu tempat yang penuh dengan lorong-lorong; tempat tersebut adalah ibarat tubuh. Bagian-bagian tubuh yang diibaratkan dengan lorong-lorong akan hidup ketika cahaya pelita menerangi lorong tersebut.Cahaya pelita itulah ibarat dari ruh hewani yang mengalir dan beredar di seluruh tubuh. Ruh tersebut tidak memberi petunjuk pada pengetahuan. Ia tak lebih daripada perangkat unik yang bisa mematikan badan, di mana misi Rasulullah Saw bukan ditujukan pada ruh tersebut. Ruh inipun bukanlah Ruh Amr yang dimaksud di Al-Israa’ [17]: 85.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ar-Ruh. Katakanlah: Ar-Ruh itu berasal dari Amr Rabbku, dan tidaklah engkau diberi pengetahuan tentang itu melainkan sedikit. (Al-Israa’ [17]: 85)

Sehingga bisa dikatakan bahwa Imam Al-Ghazali meluruskan pemahaman sebagian umat Islam yang menyamakan makna Ar-Ruh dengan Nafakh Ruh (ruh hewani).

Ruh Jasmani
Nafakh Ruh /Ruh hewani/Ruh Indriawi adalah Hakikat Jiwa/Nafs dan Dzat Hidup

Ruh Jasmani merupakam cikal bakal kehidupan, artinya ruh jasmani inilah yang menyebabkan makhluk hidup dapat hidup. Ruh Jasmani adalah tingkatan lapis terluar dari Ruh yang berkaitan erat dengan diri jasmani manusia. Oleh karena itu bersifat materi (Aradh). Nafsu dan Ruh dalam perkembangannya mempunyai perkembangan yang sangat saling terkait namun tumbuh secara terpisah sendiri-sendiri.

Kekuatan jiwa (aradh) itu dibedakan menjadi dua, yaitu motorik (penggerak) dan kognitif. Sementara kognitif sendiri terbagi menjadi dua, yaitu luar dan dalam. Kognitif luar adalah seperti mendengar, melihat, membaui, meraba dan sebagainya. Adapun kognitif dalam terdiri dari tiga macam:

1. Imajinasi (khayaliyyah), yang bertugas merekam segala bentuk yang pernah ditangkap oleh indera.

2. Fantasi (wahmiyyah), yang mampu memahami berbagai makna (pengertian). Kekuatan ini akan merekam pengertian (makna) dari segala bentuk yang direkam oleh khayaliyyah.

3. Pikiran (fikriyyah), yang berfungsi menyusun beberapa bentuk, antara yang satu dengan yang lainnya.

Dari gambar tersebut terlihat bahwa kognitif luar itu melekat pada panca indera dan kognitif dalam itu melekat pada dimagh (otak). Yang menarik ternyata hampir semua kekuatan (aradh) tersebut juga dimiliki oleh binatang karena kambingpun bisa langsung mengerti bahwa anjing hutan adalah musuhnya, maka ia segera melarikan diri. Artinya hewanpun adalah makhluk yang berfikir. Karena itu jiwa (an-nafs) mestilah sesuatu yang derajatnya di atas kekuatan-kekuatan (aradh) tersebut, karena jiwa (an-nafs) merupakan pembeda antara manusia dan binatang yang perbandingannya sebagaimana dilukiskan pada gambar 1 di mana cahaya dengan sumbernya tetaplah sesuatu yang derajatnya berbeda.

Demikianlah, sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor pembeda manusia dengan binatang adalah pada zat jiwa itu sendiri, yaitu jiwa sebagai jauhar yang memiliki kemampuan untuk merespon atau memahami pengetahuan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Imam Al-Ghazali ra menyatakan bahwa jiwa jauhar ini bukanlah kekuatan-kekuatan tersebut, melainkan merupakan esensi yang sempurna dan tunggal yang tidak muncul selain dengan cara mengingat, menghapal, berpikir, membedakan dan mempertimbangkan sehingga dikatakan bahwa dialah yang menerima seluruh ilmu. Ia tidak bosan menerima gambaran-gambaran yang lepas dari materi. Semua bagian diri manusia berkhidmat kepada jauhar ini dan melaksanakan perintahnya.

Dalam hubungannya dengan jasad, jiwa jauhar ini (an-nafs) dikatakan memiliki dua jenis kekuatan, yaitu kekuatan yang bersifat amaliah (praktis) dan yang bersifat ilmiah. Adapun yang bersifat amaliah adalah kekuatan yang menjadi pusat penggerak manusia sehingga melahirkan karya dan cipta dalam wujud teknologi-teknologi manusia. Sementara yang bersifat ilmiah adalah yang mampu memahami materi ilmu-ilmu pengetahuan yang tidak ada bentuk dan bendanya, di mana ilmu pengetahuan tersebut merupakan masalah-masalah yang bersifat universal, abstrak dan hanya dapat dipahami oleh akal.

Dalam kaitannya dengan aspek amaliah dan ilmiah inilah maka jiwa jauhar ini disebut juga dengan jiwa berpikir (nafs nathiqah) karena makna nathiq di sini tidak hanya meliputi kekuatan berpikir (ilmiah), tapi sampai pada kekuatan untuk mewujudkannya dalam bentuk gerak dan perbuatan (amaliah). Al-Qur’an menamai nafs nathiqah sebagai suatu paduan antara jiwa yang tenteram (nafs muthmainnah) dengan ruh Amri. Karena itu Imam Al-Ghazali ra menyatakan bahwa nafs nathiqah adalah jauhar yang hidup, aktif dan rasional.

Tingkatan Jiwa

Jiwa itu sesungguhnya berlapis-lapis dan bertingkat, sehingga istilah jiwa sebenarnya digunakan untuk mewakili/menggambarkan banyak aspek. Bila istilah jiwa ditujukan pada jiwa yang menjadi jauhar manusia (an-nafs), maka binatang dapat dikatakan tak memiliki jiwa tersebut. Tapi bila derajat pemahaman tentang jiwa ini diturunkan, maka binatang pun sebenarnya memiliki jiwa. Bahkan tenaga gas dan segala sesuatu yang dapat berkembang (seperti tumbuhan) juga dikatakan memiliki jiwa. Hanya saja derajat jiwa yang mereka miliki tidak cukup untuk membuat mereka mukallafah. Karena itu dalam tulisan ini, ketika jiwa disebut dalam bentuk isim ma’rifah an-nafs, maka itu menunjuk kepada jiwa jauhar. Sedangkan ketika disebut dengan nafs saja, maka itu menunjukkan kepada jiwa dalam seluruh derajatnya (jiwa secara umum).

Untuk memahami masalah ini lebih jauh, harus dipahami bahwa jiwa itu tumbuh. Ia berproses dari suatu kekuatan (kemampuan, potensi) menuju bentuk perbuatan. Jiwa hewani (an-nafs al-hayawaniyyah) melekat pada kesempurnaan suatu tubuh (jism) secara alamiah dimana pada derajat tersebut pemilik jiwa memiliki kemampuan untuk dapat merasa dan bergerak sehingga dikatakan bahwa jiwa hewani adalah tingkatan pertama dari munculnya suatu perbuatan. Karena itulah binatang dan manusia sama-sama memiliki jiwa jenis ini.

Penggerak indera pada binatang adalah melalui daya fantasi, yang fungsinya sama dengan daya intelektual yang ada pada manusia. Seekor binatang akan berperilaku sesuai dengan perilaku yang dikendalikan daya fantasinya ketika melihat sesuatu yang berbahaya. Kalau melihat sesuatu yang berbahaya, ia akan segera menghindar, dan tidak terlalu salah bila dikatakan bahwa ia punya daya rekam yang mampu merekam citra.

Jiwa manusia sendiri memang memiliki dua sisi. Satu sisi menuju alam ruh (alam tinggi, alamu’ a’la) dan sisi lain menuju alam bawah (rendah, alam materi) di mana dia diperintah agar memelihara dua sisi yang saling berseberangan ini. Dari sisi yang menuju alam tinggi ia mirip dengan malaikat dalam berbagai keutamaan dan ketekunan beribadat kepada Tuhannya. Sedangkan sisi yang menuju alam bawah membuatnya mampu berinteraksi dengan alam bawah yang terformulasi dari unsur materi (alam khalq). Penguasaan jiwa terhadap alam materi tersebut adalah melalui tubuh fisik (jism).

Berbagai alam tersebut memiliki tuntutannya masing-masing, yang sering saling bertolak belakang. Inilah yang membuat jiwa manusia cenderung bingung dalam menjalani kehidupannya di dunia. Masing-masing ingin dipenuhi secara adil sesuai dengan hukum keadilan Tuhan. Karena itu agar manusia pada akhirnya tetap bisa cenderung pada sisi yang tinggi, maka Allah memperkuatnya dengan akal agar dapat menerima apa yang disampaikan dari para malaikat dan Rasul-Nya, di samping juga sanggup memahami apa yang dikehendaki Tuhannya. Inilah kebijakan Tuhan (hikmah Ilahiyyah) yang menjadikan manusia itu istimewa.

Dua sisi tersebut kemudian membuat jiwa (an-nafs) memiliki dua kekuatan dasar, yaitu amaliah dan ilmiah. Kekuatan amaliah terkait dengan sisi yang menuju alam bawah yang sebagian besar bersifat inderawi, sedang kekuatan ilmiah terkait dengan sisi yang menuju alam atas karena dari sisi inilah turunnya pengetahuan yang tak terbatas. Terkait dengan hal tersebut, jiwa hewani sesungguhnya adalah representasi jiwa pada sisi yang menghadap alam bawah di mana dengan jiwa hewani tersebut manusia dan binatang dapat menghasilkan dan mensistemkan suatu gerakan atau perbuatan. Hanya saja pada binatang, mereka bergerak dan berbuat tanpa pengetahuan tentang sisi bagian atas sehingga binatang tidak mengerti tentang apa yang menjadi dasar gerakan (perbuatan) mereka. Perbuatan dan karya cipta mereka sepenuhnya dilakukan atas dasar wahyu yang diterima dari Allah swt.

“Dan Rabbmu mewahyukan kepada seekor lebah: Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, di pohon, dan di tempat-tempat yang dibikin (manusia).” (An-Nahl [16]: 68)

Sementara manusia bergerak dan berbuat atas dasar pengetahuan yang didapatnya. Bila sisi jiwa yang menghadap alam atas mampu menerima pengetahuan-Nya, maka dia akan berbuat dan berkarya atas dasar ilmu-ilmu tinggi itu. Bila tidak, maka manusia juga akan tetap berbuat, tapi atas dasar ilmu-ilmu rendah (pengetahuan duniawi). Karena itu Al-Qur’an sering menyindir mereka yang tak memiliki pengetahuan tentang alam-alam atas sebagai tak ubahnya dengan binatang, bahkan lebih rendah dari itu. Mereka tidak mengenal malaikat dan Tuhan penciptanya, tapi sangat mengenal dunianya.

“Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka (mampu) mendengar atau menggunakan ‘aqlnya?. Mereka itu tiada lain bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesatlah jalan mereka.” (QS. Al-Furqan:44).

Manusia dikatakan lebih sesat dari binatang karena meski binatang tak memiliki pengetahuan tentang alam-alam atas namun binatang berada dalam ketaatan yang mutlak kepada Sang Penciptanya. Mereka mendengar, melihat dan mengetahui kehendak Allah SWT atas diri mereka. Mereka tak akan pernah bergerak kecuali atas dasar ilmu Allah SWT yang sudah tercatat dalam suatu kitab, di mana Dia tak akan keliru atau lupa. Sedangkan manusia yang tak berpengetahuan tentang alam-alam atas, maka mereka justru terputus dari ketaatan kepada kehendak Allah SWT karena dengan apa mereka memahami kehendak Allah SWT atas diri mereka? Kalaupun mereka membangun suatu ‘ketaatan’, maka itu adalah atas dasar persangkaan yang dibangun di bawah kendali hawa nafsu dan syahwat.

Tujuh tingkat nafsu menurut ahli tasawuf

1. Nafsul Amarah
2. Nafsul Lawwamah
3. Nafsul Mulhammah
4. Nafsul Muthmainnah
5. Nafsul Radhiah
6. Nafsul Mardhiyah
7. Nafsul Kamilah

KULTIVASI JIWA
Jiwa yang telah dimurnikan akan menjadi sebuah jiwa yang abadi dan tidak mati.

Janganlah engkau sekali-kali mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati: bahkan mereka itu hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki. (Ali ‘Imran [3]: 169)

Jati diri Ruh Indrawi yang berupa Inti Kehidupan (Dzat Hidup) inilah yang dikultivasikan dalam metode-metode kultivasi oleh agama bumi. Manusia yang telah mencapai kesempurnaan jiwa inilah yang disebut dengan avatar dan dewa. Jiwa mereka bersemayam di alam semesta pada level alam suci.

Di dalam dongeng-dongeng dari negeri tirai bambu sering diceritakan, bahwa hewan dan siluman sekalipun bila melatih metode kultivasi akan dapat mencapai kesempurnaan jiwa mereka menjadi berjiwa manusia yang hidup abadi.

Jati diri Ruh Indrawi inilah yang nantinya akan menempati surga-surga Allah di akherat nanti.

RUH QUDUS

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan Aku tiupkan di dalamnya ruh-Ku, maka tunduklah mereka kepada-Nya dengan bersujud.(Al-Hijr [15]: 29)

Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya dari Ruh-Nya, dan Dia menjadikan kalian (memiliki) pendengaran, bashiirah, dan fu’aad, tapi sedikit di antara kalian yang bersyukur. (As-Sajdah [32]: 9)

Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ar-Ruh. Katakanlah: Ar-Ruh itu berasal dari Amr Rabbku, dan tidaklah engkau diberi pengetahuan tentang itu melainkan sedikit. (Al-Israa’ [17]: 85)

Ruh Qudus inilah yang hakikat sifatnya berasal dari alam Ilahiah dan mempunya sifat-sifat keilahian.

Dalam kitab ‘Sirr al-Asrar’ yang berisi kumpulan ajaran Syaikh Abdul Qadir al-Jilani didapati keterangan bahwa pada awalnya manusia dicipta oleh Allah SWT di alam lâhût (alam dimensi ketuhanan). Manusia awal itu adalah manusia yang masih berwujud ruh (jiwa) yang sangat murni, yang disebut rûh al-quds.

Ruh al-Quds dicipta langsung oleh Allah SWT dan didalamnya terkandung disain serta program-program (rencana-rencana) Allah, juga sifat-sifat Allah, yang sifatnya sangat misterius (sirri). Maka Ruh al-Quds disebut juga Sirr (rahasia).

Allah SWT adalah cahaya (QS an-Nûr 24). Ruh al-Quds yang dicipta langsung oleh Sang Cahaya pun mengandung cahaya yang sangat murni, yang memiliki tingkat radiasi sangat tinggi.

Dalam kitab itu juga dikatakan bahwa alam memiliki lapis-lapis dimensional yang berbeda:

1. Alam Lâhût, alam dimensi ketuhanan.
2. Alam Jabarût, alam ilmu, ketentuan, rencana dan takdir.
3. Alam Malakût, alam para malaikat, alam ruh, alam enerji.
4. Alam Mulki, alam fisik, alam nyata.

Ketika Rûh al-Quds akan diturunkan dari alam lâhût ke alam jabarût ia dibalut lebih dulu dengan lapisan Ruh as-Shulthâny. Sebab kalau tidak, radiasi cahaya Ruh al-Quds yang sangat murni dan teramat kuat itu akan membakar semua yang ada di alam jabarut. Ruh as-Sulthany adalah mantel (hijâb) bagi Ruh al-Quds. Ruh as-Shulthany disebut juga dengan Fuâd.

Lalu Ruh al-Quds (Sirr) yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fu’ad) diturunkan ke alam level-3, yaitu alam malakût. Namun alam malakut lebih materialized daripada alam-alam sebelumnya, dan apa yang ada di dalamnya akan mudah terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds meskipun sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany. Oleh sebab itu sebelum diturunkan ke alam malakut, Ruh al-Quds yang sudah dengan Ruh as-Sulthany, dibalut lagi dengan Rûh ar-Rûhâny. Ruh lapis ketiga ini disebut juga Qalbu.

Selanjutnya Ruh al-Quds (Sirr), yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fuad) dan Ruh ar-Ruhaniyah (Qalbu), diturunkan lagi ke alam level-4 yaitu alam mulki. Inilah alam kosmik yang sekarang dapat kita lihat secara visual dengan mata kepala kita. Alam kosmik wujudnya sangat lahiriah dan dapat dikenali secara empirik (terukur). Namun radiasi cahaya Ruh al-Quds, meski sudah dibalut dengan dua lapis ruh lainnya, masih terlalu tinggi bagi alam ini. Apa yang ada di alam mulki dapat terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds. Untuk itu, sebelum diturunkan ke alam mulki, Ruh al-Quds dibalut lagi dengan lapis ke-3 yaitu Rûh al-Jismâny yang untuk mudahnya sering disebut dengan Rûh saja. Untuk lebih jelasnya lihatlah tabel berikut ini.

TABEL TINGKATAN RUH

Alam

Rûh

(Nafs)

Lâhût Rûh al-Quds Sirr
Jabarût Rûh as-Sulthany Fu’ad
Malakût Rûh ar-Rûhâny Qalbu
Mulki Rûh al-Jismâny Rûh

KULTIVASI RUH

Berbeda dengan perjalanan Nafsu/Jiwa, Ruh sebagai bagian dari pancaran sifat-sifat Tuhan akan berusaha untuk kembali pada asal dirinya yaitu Tuhan.

انا لله وانا اليه راجعون

“Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”

(Surah Al-Baqarah, ayat 156)

Lalu bagaimana perjalanan Ruh bisa dilakukan…?
Telah termaktub dalam dalil araftu rabbi bi rabbi bahwa kita hanya mengenal Dia dgn Dia. Maksudnya jika Tuhan tidak berkehendak kita mengenal-NYA maka kita pun tidak akan bisa mengenal-NYA. Dan, kita mengenal-NYA pun maka hanya melalui Dia (walaupun kita tidak mau tetapi semua telah kehendak-NYA).

“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya………….”. (QS. Al-Maaidah, ayat 15)

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).” ( QS. An Nisaa 4:174 )

Dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan…(Perjalanan Spiritual).( QS. Al Hadiid 57:28 )

Satu-satunya cara untuk bisa memperjalankan Ruhani kita di dalam evolusi spiritual hanyalah Cahaya Petunjuk yang datang dari Tuhan.

Pokok dari ajaran agama adalah mengajarkan kepada ummatnya tentang bagaimana berhubungan dengan Tuhan, cara mengenal-Nya dengan sebenar-benar kenal yang di istilahkan dengan makrifat, kemudian baru menyembah-Nya dengan benar pula. Apakah agama Islam, Kristen, Hindu dan lain-lain, semuanya mengajarkan ajaran pokok ini yaitu bagaimana seseorang bisa sampai kehadirat-Nya. Karena itu pula Allah SWT menurunkan para nabi/Rasul untuk menyampaikan metodologi cara berhubungan dengan-Nya, tidak cukup satu Nabi, Allah SWT menurunkan ribuan Nabi untuk meluruskan kembali jalan yang kadangkala terjadi penyimpangan seiring berjalannya waktu.

Nuurun alaa Nuurin Yahdillahu li Nuurihi mayya syau ~ Nur Muhammad adalah pancaran Nur Allah yang diberikan kepada Para Nabi mulai dari Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW, dititipkan dalam dada para Nabi dan Rasul sebagai conductor yang menyalurkan energi Ketuhanan Yang Maha Dasyat dan Maha Hebat. Dengan penyaluran yang sempurna itu pula yang membuat nabi Musa bisa membelah laut, Nabi Isa menghidupkan orang mati dan Para nabi menunjukkan mukjizatnya serta para wali menunjukkan kekeramatannya. Karena Nur Muhammad itu pula yang menyebabkan wajah Nabi Muhammad SAW tidak bisa diserupai oleh syetan.

Nurun ‘Ala Nuurin adalah ikatan spiritual yang sambung menyambung, rantai berantai sampai dengan rohani Rasulullah, karena pancaran yang terus menerus dan yang selalu disalurkan dari Nuurun alaa Nuurin Yahdillahu li Nuurihi mayya syau ~ “ Nur Illahi beriring dengan Nur Muhammad, yang diberikanNya pada orang-orang yang dikehendakiNya”

Hanya dengan energi Nuurun ‘Ala nuurin inilah Ruhani kita dapat memulai proses kultivasinya. Dengan getaran energi suci inilah diri kita juga akan digetarkan sehingga mencapai ambang energi kuantum. Yang dapat meningkatkan kualitas dan derajat Ruh kita hingga mencapai derajat Ruhul Qudus.

Itulah kenapa dikatakan bahwa manusia yang menempuh jalan ini seakan-akan tidak butuh surga, Karena memang yang menjadi tujuan utama perjalanan spiritual mereka memang bukan surga. Akan tetapi kepada Dzat yang menciptakan surga yaitu Allah SWT.

Inilah Evolusi Spiritual di dalam Metode Kultivasi yang di ajarkan dari jalur Nabi Muhammad SAW. Yaitu perjalanan kembali kepada Tuhannya.

KULTIVASI NAFSU DAN RUH

Dengan menggunakan energi Nuurun ‘ala nuurin ini siswa Majelis NAQS akan dapat mengkultivasikan Tubuh Jasmani, Jiwa, dan Ruhaninya.

Metode Reiki Energi Kultivasi N-AQS adalah metode yang holistik, sehingga dapat mengkultivasikan keseluruhan struktur manusiawi yang ada di dalam diri kita. Inilah yang membedakan metode NAQS dengan Metode Kultivasi yang lain.

Metode kultivasi NAQS selalu menjadikan Tuhan sebagai titik sentral dan fokus dari fikiran, perbuatan, dan ucapan. Sedangkan metode kultivasi yang lain selalu menekankan alam semesta sebagai sentral dan topik pembicaraan. Metode NAQS membicarakan Tuhan sebagai sebuah identitas yang personal tanpa perlu mengait-ngaitkannya dengan alam semesta, sedang metode yang lain selalu mencari jawab tentang Tuhan dari alam semesta. Alam semesta bagi kita adalah tempat kita berkarya sebagai wujud bakti kita kepada Tuhan dalam konsep Pengabdian kepada Tuhan (Hamba Tuhan). Dan sebagai wujud ekspresi dan aktualisasi diri sebagai Khalifatullah Fil Ardh.

Kesimpulannya :

Ada dua potensi ruhaniah dalam diri kita, yaitu :
1. Ruh Insaniah/Nafsu/dzat hidup.
Potensi Ruh ini dapat diolah dg meditasi kultivasi oleh aliran manapun. Pencapaian kultivasi ini ada batasnya. Yaitu ketika telah mencapai Kesempurnaan jiwanya (NAFS).

2. Ruh Qudus / Ruh Ruhaniah dari Tuhan.
Potensi Ruh Qudus ini baru dapat di olah bila telah diberi Nur dari Tuhan, Nur inilah yg di bawa oleh para Nabi & Rasul. Setelah Nur ini ditanam, barulah metode kultivasi yg dilakukan bisa memproses potensi ini. Ketika bibit Nur ini telah bertunas dan hidup. Dia akan hidup abadi, karena hakikatnya memang datang dari Dia Yang Maha Hidup dan Maha Abadi.

Jadi Potensi Ruh Qudus ini tidak akan berkembang bila belum di pasangkan dengan Nur Ilahiah ini. Dan Proses Kultivasi Ruh ini tiada batasnya, berlangsung terus menerus hingga akhir hayat kita. Karena yang dituju adalah Dzat yang tidak terbatas, sedangkan hakikat diri kita adalah terbatas. Itulah kenapa dikisahkan bahwa nabi Muhammad yang sudah dijamin masuk Surga oleh Allah SWT, masih suka beristighfar setiap harinya.

Mengingat ini adalah sebuah perjalanan panjang, maka perlu dijaga keseimbangan dalam hidupnya. Janganlah meneggelamkan diri dalam kesibukan spiritual hingga melupakan urusan duniawinya. Karena hakikatnya Tak ada orang yg mampu bertahan di satu sisi utk waktu yg lama. Ketika dia telah mencapai titik jenuhnya, dia akan berayun ke arah kebalikannya. Bagaikan gerak bandul jam, begitulah dia adanya. Bergerak antara dua kutub ukhrawi dan duniawi. Langit dan bumi.

Oleh karena itu ketika kejenuhan datang menerpamu, dan disiplinmu menjadi kendor.
Itu tdk mengapa sahabat..
Ikuti aja arus..
System NAQS bila sudah jadi, dan manunggal dg dirimu. Akan bersifat auto generated. Dia akan tetap hadir menjagamu, di saat apapun. Dan jika tiba saatnya, kau akan dibangkitkan dari tidur hibernasimu. Fenomena ini juga terjadi pada mereka yg hidupnya berkutat pada kehidupan dunia. Dia nanti akan sampai pada titik jenuh, dan rindu dg Tuhannya.

Metode yang bisa mengkultivasikan Ruh secara otomatis juga bisa mengkultivasikan Jiwa, sedangkan metode yang hanya bisa mengkultivasikan jiwa belum tentu mampu mengkultivasikan Ruhnya.

Ditulis dalam A NAQS MethodeEVOLUSI KESADARAN SPIRITUALKultivasi N-AQSTinggalkan sebuah Komentar »

« Tulisan-tulisan yang lebih lama

Blog pada WordPress.com. Theme: Garland by Stefan Nagtegaal and Steven Wittens.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s