TERMOKIMIA

Termokimia

4 responses to “TERMOKIMIA

  1. awaban kimia
    1. Pada tahun 1926 Erwin Schrodinger dan Werner Heisenberg mengemukakan teori bahwa lokasi elektron dalam atom tidak dapat ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan hanyalah daerah Kemungkinan keberadaan elektron. Oleh karena keberadaan elektron diperkirakan dengan mekanika kuantum maka teori ini disebut teori atom mekanika kuantum.

    2. Schrodinger menggunakan tiga bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut (l), dan bilangan kuantum magnetik (m). Ketiga bilangan kuantum tersebut menjelaskan tingkat energi, bentuk, dan orientasi elektron di dalam orbital. Selain ketiga bilangan kuantum tersebut ada bilangan kuantum spin (s) yang menunjukkan perputaran elektron pada sumbunya.

    3. http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/310319_237999876244516_100001035155841_725433_8028595_s.jpg

    4 . Kulit atom yang terdapat pada atom memiliki tingkat energi yang berbeda. kulit yang paling dekat dengan inti yaitu kulit K kemudian diikuti
    L, M, N, O, P, Q, R dan seterusnya, kulit ini memiliki energi paling rendah. makin jauh kulit atom dari inti atom energi kulit tersebut
    makin tinggi. dan elektron yang yang makin jauh dari inti atom atau terletak pada kulit yang paling jauh dari inti maka elektron tersebut
    makin mudah dilepaskan atau hanya dibutuhkan energi yang rendah untuk melepaskan elektron tersebut.
    subkulit yang terdapat pada kulit atom terbagi menjadi subkulit s,p,d dan f. didalam subkulit terdapat jumlah orbital yang berbeda.
    bilangan kuantum utama berhubungan dengan kulit atom sehingga bilangan kuantum utama dapat Anda gunakan untuk menentukan
    ukuran orbit
    (jari-jari) berdasarkan jarak orbit elektron dengan inti atom. Kegunaan lainnya, Anda dapat mengetahui besarnya energi potensial elektron.
    Semakin dekat jarak orbit dengan inti atom maka kekuatan ikatan elektron dengan inti atom semakin besar, sehingga energi potensial
    elektron tersebut semakin besar.
    Keempat bilangan kuantum tersebut digunakan untuk menunjukkan letak elektron terakhir (terluar) dari suatu atom.
    Dimulai dari letak kulit atom (bilangan kuantum utama), subkulit atom (bilangan kuantum azimut), letak orbital (bilangan kuantum magnetik)
    hingga perputaran elektronnya (bilangan kuantum spin). Sehingga bilangan kuantum ini bersifat spesifik sesuai dengan azas larangan pauli.
    Selanjutnya kita gabungkan keempat bilangan kuantum tersebut untuk menentukan identitas suatu elektron.
    Agar dapat menentukan dengan tepat maka kita harus paham dengan konfigurasi elektron dan diagram orbital terlebih dahulu.

    5. Prinsip Aufbau : elektron-elektron mulai mengisi orbital dengan tingkat energi terendah dan seterusnya. Orbital yang memenuhi tingkat energi yang paling rendah adalah 1s dilanjutkan dengan 2s, 2p, 3s, 3p, dan seterusnya .
    Prinsip Hund : cara pengisian elektron dalam orbital pada suatu sub kulit ialah bahwa elektron-elektron tidak membentuk pasangan elektron sebelum masing-masing orbital terisi dengan sebuah electron.
    Prinsip Pauli : tidak mungkin di dalam atom terdapat 2 elektron dengan keempat bilangan kuantum yang sama. Hal ini berarti, bila ada dua elektron yang mempunyai bilangan kuantum utama, azimuth dan magnetik yang sama, maka bilangan kuantum spinnya harus berlawanan.

    6. Untuk menentukan tempat suatu unsur didalam sistem periodik yaitu golongan dan periodenya maka kita harus menentukan elektron valensinya, dengan menggunakan elektron valensi maka kita dapat menentukan suatu unsur berada di blok s, blok p, blok d, atau blok f. Dan bilangan kuantum utama elektron valensinya menentukan periode unsur tersebut.
    Contoh :
    Unsur dengan nomor atom 20 memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2, karena elektron valensinya ada 2 dan terletak di 4s2 maka dia adalah golongan IIA dan karena bilangan kuantum utamanya adalah 4 (pada 4s2) maka unsur ini berada diperiode ke 4.

    7. a. A)Teori Domain(Pasangan Elektron)
    Teori domain elektron merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR.Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron,dengan jumlah domain ditentukan sebagai berikut (Ralph H. Petrucci, 1985).a.Setiap elektron ikatan (baik itu ikatan tunggal, rangkap, atau rangkaptiga) berarti 1 domain.b.Setiap pasangan elektron bebas berarti 1 domain.
    Teori domain elektron mempunyai prinsip-prinsip dasar sebagai berikut(Ralph H. Petrucci, 1985).a.Antardomain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolaksehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi)sedemikian rupa, sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi minimum.Susunan ruang domain elektron yang berjumlah 2 hingga 6 domain yangmemberi tolakan minimum, dapat dilihat pada tabel 1.7.b.Urutan kekuatan tolak-menolak di antara domain elektron adalah:tolakan antardomain elektron bebas > tolakan antara domain elektronbebas dengan domain elektron ikatan > tolakan antardomain elektronikatan.Perbedaan daya tolak ini terjadi karena pasangan elektron bebas hanyaterikat pada satu atom saja, sehingga bergerak lebih leluasa dan menempatiruang lebih besar daripada pasangan elektron ikatan. Akibat dariperbedaan daya tolak tersebut adalah mengecilnya sudut ikatan karenadesakan dari pasangan elektron bebas. Hal ini juga terjadi dengan domainyang mempunyai ikatan rangkap atau rangkap tiga, yang pasti mempunyaidaya tolak lebih besar daripada domain yang hanya terdiri dari sepasangelektron.c.Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat.
    Jumlah domain (pasangan elektron) dalam suatu molekul dapat dinya-takan sebagai berikut.•Atom pusat dinyatakan dengan lambangA
    .•Domain elektron ikatan dinyatakan dengan X
    .•Domain elektron bebas dinyatakan dengan E
    .Tipe molekul dapat dinyatakan dengan menggunakan langkah-langkahsebagai berikut.
    1)Menentukan jumlah elektron valensi atom pusat ( EV ).
    2)Menentukan jumlah domain elektron ikatan (X ).
    3)Menentukan jumlah domain elektron bebas (E ).

    b.B.Teori Hibridisasi
    Teori domain elektron dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul,tetapi teori ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui penyebab suatu molekuldapat berbentuk seperti itu. Sebagai contoh, teori domain elektron meramalkanmolekul metana (CH4) berbentuk tetrahedron dengan 4 ikatan C-H yangekuivalen dan fakta eksperimen juga sesuai dengan ramalan tersebut, akantetapi mengapa molekul CH4 dapat berbentuk tetrahedron?Pada tingkat dasar, atom C (nomor atom = 6) mempunyai konfigurasielektron sebagai berikut.
    6C :1s2 2s2 2p2
    Dengan konfigurasi elektron seperti itu, atom C hanya dapat membentuk2 ikatan kovalen (ingat, hanya elektron tunggal yang dapat dipasangkan untukmembentuk ikatan kovalen). Oleh karena ternyata C membentuk 4 ikatankovalen, dapat dianggap bahwa 1 elektron dari orbital 2s
    dipromosikan keorbital 2 p, sehingga C mempunyai 4 elektron tunggal sebagai berikut.
    6C :1s2 2s2 2p2
    menjadi:
    6C :1s2 2s1 2p3
    Namun demikian, keempat elektron tersebut tidaklah ekuivalen dengansatu pada satu orbital 2s dan tiga pada orbital 2p, sehingga tidak dapatmenjelaskan penyebab C pada CH4dapat membentuk 4 ikatan ekuivalen yangequivalen. Untuk menjelaskan hal ini, maka dikatakan bahwa ketika atomkarbon membentuk ikatan kovalen dengan H membentuk CH4, orbital 2sdanketiga orbital 2 pmengalami hibridisasi membentuk 4 orbital yang setingkat.Orbital hibridanya ditandai dengan sp3untuk menyatakan asalnya, yaitu satuorbital
    sdan 3 orbital p.6C: 1s22s12 p3mengalami hibridisasi menjadi6C : 1s2(2sp3)4Hibridisasi tidak hanya menyangkut tingkat energi,tetapi juga bentuk orbital gambar.Sekarang, C dengan 4 orbital hibrida
    sp3, dapatmembentuk 4 ikatan kovalen yang equivalen. Jadi,hibridisasi
    adalah peleburan orbital-orbital daritingkat energi yang berbeda menjadiorbital-orbital yang setingkat.
    8. a. Gaya Van der Walls
    gaya tarik di antara atom atau molekul, gaya ini jauh lebih lemah dibandingkan gaya yang timbul karena ikatan valensi dan besarnya ialah 10-7 kali jarak antara atom-atom atau molekul-molekul. Gaya ini menyebabkan sifat tak ideal pada gas dan menimbulkan energi kisi pada kristal moleku
    b. Gaya London
    gaya yang relatif yang lebih lemah. Zat yang molekulnya bertarikan hanya berdasarkan gaya london mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah dibanding dengan zat lain yang massa molekulnya relatif lebih sama. Jika molekul-molekulnya kecil,zat-zat itu biasanya berbentuk gas pada suhu kamar
    c. hubungan titik didih dengan ikatan hidrogen

    o Antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogenterjadi ikatan hidrogen. Titik didih senyawa “hidrida” dari unsur-unsur golonganIVA, VA, VIA, dan VIIA. Perilaku normal ditunjukkan oleh senyawa hidrida dari unsur-unsur golo-ngan IVA, yaitu titik didih meningkat sesuai dengan penambahan massamolekul. Kecenderungan itu sesuai dengan yang diharapkan karena dari CH4ke SnH4massa molekul relatif meningkat, sehingga gaya Van der Waals jugamakin kuat. Akan tetapi, ada beberapa pengecualian seperti yang terlihat padagambar, yaitu HF, H2O, dan NH3. Ketiga senyawa itu mempunyai titik didih yang luar biasa tinggi dibandingkan anggota lain dalam kelompoknya. Faktaitu menunjukkan adanya gaya tarik-menarik antarmolekul yang sangat kuatdalam senyawa-senyawa tersebut. Walaupun molekul HF, H2O, dan NH3 ber-sifat polar, gaya dipol-dipolnya tidak cukup kuat untuk menerangkan titik didihyang mencolok tinggi itu.Perilaku yang luar biasa dari senyawa-senyawa yang disebutkan di atasdisebabkan oleh ikatan lain yang disebut ikatan hidrogen(James E. Brady,2000). Oleh karena unsur F, O, dan N sangat elektronegatif, maka ikatanF – H, O – H, dan N – H sangat polar, atom H dalam senyawa-senyawa itusangat positif. Akibatnya, atom H dari satu molekul terikat kuat pada atomunsur yang sangat elektronegatif (F, O, atau N) dari molekul tetangganya melaluipasangan elektron bebas pada atom unsur berkeelektronegatifan besar itu.
    http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/310319_237999876244516_100001035155841_725433_8028595_s
    photos-b.ak.fbcdn.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s